Home / Sport / Warga Pantai Baru Keluhkan Pelayanan PDAM

Warga Pantai Baru Keluhkan Pelayanan PDAM

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Sejumlah warga di Kecamatan Pantai Baru keluhkan pelayanan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM). Pasalnya dalam seminggu terakhir, pelayanan di wilayah itu tak jalan. Hal ini disampaikan Andre kepada wartawan di Ba’a, Rabu (9/7) pagi.

“Sudah hampir satu minggu air tidak jalan. Kami tidak tahu alasan air tidak mengalir,” kata Andre.

Kepada wartawan, pihaknya berharap agar manajemen PDAM Kabupaten Rote Ndao segera menuntaskan permasalahan itu.

“Kami mengharapkan kalau bisa diperbaiki secepatnya kalau ada gangguan,” harapnya.

Terhadap persoalan itu, Direktur PDAM Kabupaten Rote Ndao,  yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/7) siang membenarkan adanya gangguan pelayanan di PDAM unit Pantai Baru.

“Pelayanan di sana memang alami gangguan yang disebabkan karena mesin pompanya yang terganggu, sehingga untuk sementara pelayanan dihentikan,” katanya.

Untuk pelayanan di wilayah itu kembali normal, lanjut Marthen, pihaknya telah menghubungi teknisi asal Kupang untuk memperbaikinya.

“Kami sudah upayakan menghubungi teknisi dari Kupang untuk perbaikinya. Sampai sekarang belum datang karena kapal tidak jalan. Kita harapkan kapal bisa jalan secepatnya sehingga teknisinya datang untuk perbaiki,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, paling lambat pekan depan aktivitas pelayanan kepada pelanggan PDAM di wilayah itu kembali normal.

Ditambahkannya, selain persoalan pelayanan di Pantai Baru, pihaknya juga mendapat keluhan pelayanan dari pelanggan di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain.

“Ada keluhan dari warga beberapa lokasi di Mokdale berkaitan dengan waktu pelayanan yang sangat pendek. Ini disebabkan karena jarak recervoar kami yang cukup jauh serta tenaga penggerak kami di Oemau yang bermasalah karena masih menggunakan tenaga diesel,” katanya.

Untuk perbaikan pelayanan warga di Mokdale, Pemkab Rote Ndao diharapkannya supaya mengganti tenaga penggerak di Oemau dengan menggunakan tenaga elektro.

Baca Juga :  Kapolres TTU: Kasus Pembacokan Fatumtasa Masih Penyidikan

“Kalau tenaga penggeraknya diganti maka pelayanan bisa menjadi lebih baik dan waktunya bisa menjadi lebih lama,” harapnya. (lima)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button