Home / Pena_VJB / 10 Ribu Kelompok Ampera Kepung Polres, Kejaksaan dan DPRD Rote Ndao

10 Ribu Kelompok Ampera Kepung Polres, Kejaksaan dan DPRD Rote Ndao

Bagikan Halaman ini

Share Button

Junus Panie

 

 

Moral-politik.com. Persoalan-persoalan korupsi yang terjadi di wilayah Kabupaten Rote Ndao selama beberapa tahun terakhir ini cukup menggurita. Ironisnya, persoalan-persoalan itu hingga saat ini masih mengendap di lembaga peradilan.

Menyikapi hal itu, masyarakat di Kabupaten Rote Ndao yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rote Ndao (Ampera), Kamis (29/8) akan menggelar aksi besar-besaran dengan mendatangi sejumlah instansi di Kabupaten Rote Ndao, diantaranya Kantor Polres Rote Ndao, Kejaksaan Negeri Ba’a dan gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Hal ini disampaikan Ampera Rote Ndao, Junus Panie saat ditemui Moral-politik.com di sekretariat Ampera, Selasa (28/8).

“Kami akan melakukan aksi damai untuk menyampaikan pernyataan sikap untuk penuntasan kasus korupsi di Kabupaten Rote Ndao. Dalam aksi ini kami menuntut agar persoalan hukum di Kabupaten Rote Ndao ditegakkan serta keadilan diberlakukan bagi semua masyarakat!” tandasnya.

Menurutnya, aksi yang digelar pihaknya sebagai bentuk keberpihakan pihaknya atas penegakkan hukum di Kabupaten Rote Ndao yang terkesan tak maksimal dan lamban dalam penanganan kasus atas-kasus yang ditangani.

“Saat aksi nanti kami akan menyampaikan sejumlah point penting,” ujar Junus.

Lebih lanjut Junus mengungkapkan, dalam aksi tersebut pihaknya akan menuntut lembaga peradilan agar segera menuntaskan kasus yang masih mengendap di lembaga peradilan.

Disebutkannya, dalam aksi tersebut pihaknya akan mengungkapkan sejumlah hal diantaranya Kasus Dana Bansos Kabupaten Rote Ndao Tahun 2012, Kasus Dana ADD Tahun 2009, Kasus Pupuk Tahun 2009, Masalah Penghargaan Fiktif 2012,  Masalah perpanjangan masa jabatan kurang lebih 52 Kepala Desa di Kabupaten Rote Ndao menjelang Pilkada Rote Ndao, melakukan mutasi pejabat struktural menjelang enam bulan Pemilu Kada Rote Ndao, Pengangkatan pejabat yang merupakan mantan Narapidana Korupsi yang sesungguhnya bertentangan dengan aturan Mendagri.

Baca Juga :  Stand Sabung Ayam Pemkot Kupang Marak Pengunjung

Selain itu, sebutnya, penggelapan gaji sertifikasi guru tahun 2011 satu bulan dan 2012 satu bulan, Penipuan terhadap petani rumput laut mengenai ganti rugi gagal panen rumput laut  di kabupaten Rote Ndao akibat tumpahan minyak Montara Australia,  lambannya Polres dan Kejari Rote Ndao  dalam penanganan kasus-kasus korupsi di Rote Ndao, tidak terbayarnya insentif tenaga dokter dan tenaga medis di Rote Ndao, lambannya DPRD dalam menyikapi berbagai persoalan masyarakat di Rote Ndao serta tidak jelasnya nasib tenaga kontrak daerah  yang masuk data Base kategori satu dan dua.

“Masa yang hadir dalam demonstarsi ini sekitar 10.000 orang, yang berasal dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Rote Ndao dengan rute perjalanannya adalah star dari depan secretariat Ampera (samping SMP N 2 Ba’a),  Polres Rote Ndao, Kejaksaan Negeri, Kantor Bupati dan akan berakhir di gedung DPRD Rote Ndao,” ungkapnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button