Home / Pena_VJB / 12 PNS Diperiksa Terkait Kebakaran Kantor Gubernur NTT

12 PNS Diperiksa Terkait Kebakaran Kantor Gubernur NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSCN5597

 

 

Moral-politik.com. Sedikitnya 12 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkup pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diperiksa Polda NTT, untuk menggali lebih dalam soal informasi terkait kasus kebakaran Kantor Gubernur NTT pada, Jumat (9/8) lalu.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Okto Riwu kepada wartawan, Kamis (15/8) mengatakan, sejauh ini Polda NTT telah memeriksa 12 PNS yang bekerja di lingkup pemerintah Provinsi NTT, untuk mendapatkan informasi terkait kasus kebakaran Kantor Gubernur NTT.

“Sejauh ini sudah 12 PNS itu diperiksa untuk dapatkan  keterangan. Mereka belum menjadi saksi karena masih dalam tahapan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket),”  kata Riwu.

Dia mengatakan, pemeriksaan terhadap 12 PNS itu diperlukan untuk menggali dan mendapatkan sejumlah bahan dan keterangan terkait, sebab terjadinya  kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruangan di Kantor Gubernur NTT di Jalan El Tari, pada Jumat (9/8), sekitar pukul 06.30 Wita lalu.

Dari bahan keterangan yang terkempul itu, katanya, penyidik akan melakukan kajian dan menarik simpul setiap keterangan untuk dijadikan sebagai bahan lanjutan penyidikan. Dalam tahap penyidikan, akan lagi periksa sejumlah orang sebagai saksi terkait kejadian kebakaran itu.

“Jadi, sudah 12 PNS yang diperiksa penyidik, masih untuk kepentingan pengumpulan bahan dan keterangan. Mereka (12 PNS) itu belum disebut sebagai saksi,” katanya.

Dia mengatakan, jika dalam perkembangan Pulbaket itu ternyata ada yang harus ditingkatkan menjadi saksi, maka penyidik akan langsung melanjutkan semua proses pemeriksaan ke tingkat penyidikan.

“Prosesnya masih panjang sambil menunggu hasil uji laboratorium forensic, yang saat ini masih diuji di Polda Bali,” kata Riwu.

Dia mengaku, saat ini, aparat penyidik Polda NTT sedang fokus untuk menyelesaikan persoalan kebakaran ini secara penuh, di samping sejumlah kasus lain yang masuk dalam ranah konvensional, seperti penghinaan dan lainnya.

Baca Juga :  Gabriel Suku Kotan: Deteksi Dini Potensi Rawan Pangan!

“Saat ini kita masih fokus pada kejadian kebakaran,” katanya.  (richo) 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button