IMG-20130821-01166

Moral-politik.com. Berbagai reaksi muncul sehubungan dengan tersiar khabar di media massa sehubungan dengan rencana Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan yang sedang menyiapkan regulasi dalam rangka melakukan Tes Keperawanan bagi siswi SMA.

Kini, Mira Dida, Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Kupang bertutur kepada Moral-politik.com, bahwa Tes Keperawanan yang akan dilakukan di Kota Prabumulih adalah sebuah kebijakan yang  sangat tidak wajar dan tidak perlu dilakukan.

“Kita tahu bersama bahwa setiap hari, baik itu di media cetak maupun elektronik memuat tentang berita korban perkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi pada anak-anak usia sekolah,” ungkapnya.

Jika Tes Keperawanan, kata dia, sampai dilakukan oleh pemerintah, bagaimana dengan nasib anak-anak korban perkosaan maupun pelecehan?

Bagi saya, lanjut dia, hal itu merupakan privasi dari masing-masing orang, sehingga dunia pendidikan tidak perlu melakukan hal itu, karena itu bukan masalah urgen.

“Semestinya yang harus dilakukan adalah bagaimana kita meningkatkan mutu pendidikan serta mendidik anak secara baik, agar mereka terhindar dari pergaulan bebas yang bisa membahayakan masa depan mereka sendiri,” simpulnya. (Nyongky)

Baca Juga :  Jelang Perkawinan, Arumi Bachsin Hindari Stres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here