Home / Sejarah / 68 Tahun RI Merdeka, Kaum Perempuan Tetap Tertindas

68 Tahun RI Merdeka, Kaum Perempuan Tetap Tertindas

Bagikan Halaman ini

Share Button

SONY DSC

 

 

Moral.politik.com. Sejak pertama Republik Indonesia merdeka hingga hari  ini perayaan kemerdekaan ke-68 tahun, kaum perempuan Indonesia masih tertindas dan mengalami peristiwa-peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Berkaitan dengan hal itu, Antonia Pah mewakili perempuan di Indonesia, Sabtu (17/8) kepada Moral-politik.com  mengatakan, terjadinya kasus KDRT terhadap kaum perempuan karena faktor ekonomi, egoisme dan sifat pembawaan yang dimiliki kaum pria.

Dia mengatakan, KDRT seharusnya tidak perlu lagi dialami oleh kaum perempuan, karena saat ini status atau gender antara wanita dan pria sudah sejajar. Namun karena faktor egoisme kaum pria menyebabkan KDRT malah terus meningkat dari tahn ke tahun.

Dijelaskannya, kaum pria itu seharusnya mengerti dan memiliki hati nurani terhadap kaum wanita, dimana wanita adalah pendamping hidupnya, sehingga kaum pria patut menjaga dan melindunginya, bukan sebaliknya melakukan KDRT yang membuat kaum perempuan trauma berkepanjangan.

Hal paling dikesalkannya, kata dia, kaum pria itu selalu menganggap wanita statusnya masih dibawah kaum pria, sehingga harus tunduk kepada kaum pria. Namun kaum pria harusnya menyadari bahwa kaum wanita harus tunduk itu dalam hal apa, bukan dengan seenaknya kaum pria menyudutkan kaum wanita.

Untuk itu, dirinya berharap agar kaum pria segera menyadari perbuatannya agar peristiwa atau kasus KDRT tidak lagi terjadi dalam rumah tangga. Jagalah keharmonisan dalam rumah tangga untuk menjamin kebahagiaan keluarga dan anak-anak.

“Kalau kaum pria sudah sepakat, mari kita sama-sama pekikkan: Merdeka!” akhirnya. (richo)

Baca Juga :  Kriteria Orang Indonesia Asli menurut Sekjen PPP

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button