Home / Sport / Ada Eksploitasi Sirtu Ilegal di TPU Rote Ndao?

Ada Eksploitasi Sirtu Ilegal di TPU Rote Ndao?

Bagikan Halaman ini

Share Button

urukan

 

Moral-politik.com. Salah seorang pengusaha di Kabupaten Rote Ndao diduga mengeksplotasi material tanah putih di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ba’adale, Kecamatan Lobalain secara ilegal.

Informasi yang berhasil dihimpun Moral-politik.com  di lokasi itu menyebutkan, oknum pengusaha tersebut mengeruk lapisan sirtu di lokasi tersebut tanpa mengantongi ijin resmi. Sirtu yang diambil tersebut diduga untuk kepentingan proyek pengusaha itu.

Areal yang dikeruk pengusaha tersebut luasannya diperkirakan mencapai satu hektaare. Bahkan akibat kerukan tersebut menyebabkan lubang yang berukuran cukup besar di lokasi tersebut.

Adrianus Tulle, salah seorang pengusaha yang bermukim di sekitar lokasi TPU, saat ditemui wartawan mengungkapkan, aktivitas pengerukan yang dilakukan oknum pengusaha tersebut telah berlangsung lama

“Pengerukannya dengan menggunakan peralatan berat dan telah berlangsung cukup lama dan kami tidak tahu tujuannya untuk apa,” katanya.

Akibat pengerukan tersebut tambahnya, pihaknya kuatirkan lokasi yang dikeruk tersebut tidak dapat digunakan untuk pemakaman.

“Yang jelasnya disitu tidak bisa dibangun kuburan karena lubangnya cukup dalam,” katanya.
Terhadap persoalan itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Rote Ndao, Maks Eduard Lona, SH yang ditemui secara terpisah mengaku belum tahu menahu soal pengerukan itu.

Untuk itu lanjut Maks, pihaknya segera menyurati pihak Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten

Rote Ndao untuk mengetahui penggurusan ijin yang dilakukan oknum pengusaha tersebut.
Sesuai peruntukannya, sebut dia kawasan Tempat Pemakaman Umum Ba’adale untuk pemakaman bukan areal penambangan.

“Kami belum dapat informasinya soal penambangan itu tetapi akan menyurati dinas pertambangan untuk mengetahui apakah sudah berijin atau belum,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao, Ir.Untung Harjito hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi wartawan. (lima)

Baca Juga :  Progam 2H2 bagi Ibu melahirkan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button