Home / Pena_VJB / Akademisi Unika Kupang Pertanyakan Dana Pemeliharaan Kantor Gubernur NTT

Akademisi Unika Kupang Pertanyakan Dana Pemeliharaan Kantor Gubernur NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSCN5597

Moral-politik.com. Mikael Feka, salah satu dosen Fakultas Hukum pada Universitas Katholik Widya Mandira Kupang, Sabtu (17/8) kepada Moral-politik.com mengatakan, dirinya terus mempertanyakn dana atau anggaran pemeliharaan yang didapat oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait pemeliharaan terhadap gedung atau kantor milik pemerintah.

Dikatakannya, dirinya mempertanyakan dana tersebut karena merasa tidak puas dengan kasus terbakarnya Kantor Gubernur NTT pada, Jumat (9/8) lalu, dimana untuk dugaan sementara dikatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi karena arus pendek.

“Kalau mereka duga bahwa untuk sementara ini Kantor Gubenrur NTT terbakar karena arus pendek, itu tidak masuk akal, karena ada anggaran untuk menginstalasi yang baik dan perawatan-perawatannya. Nah bagaimana itu bisa terjadi sedangkan ada anggarannya?“ katanya, heran.

Menurut dugaannya, jika memang anggaran itu tidak digunakan, anggaran tersebut dikemanakan saja? Jangan  sampai anggaran tersebut masuk pada kantong-kantong pribadi oleh oknum-oknum tertentu, atau dengan kata lain dikorupsi oleh oknum-oknum tertentu, sehingga dana tersebut tidak digunakan dengan baik untuk kepentingan perawatan instalasi listrik, atau juga mungkin untuk penyediaan alat pemadam kebakaran sebagai pertolongan pertama, yang harganya tidak seberapa mahal.

“Saya curiga kantor sebesar itu tak disediakan alat pertolongan pertama jika ada kebakaran,” gumamnya.

Dijelaskannya, dugaan bahwa terjadi kebakaran karena arus pendek, itu tidak masuk akal. Karena sudah jelas-jelas bahwa semuanya itu ada dananya, mengapa harus terjadi apakah memang itu sengaja dilakukan untuk menghilangkan barang bukti terhadap kasus-kasus yang sedang dilakukan penyilidikan oleh KPK?

Mikael Feka meminta agar pemerintah Provinsi NTT harus berani bertanggung jawab atas peristiwa itu. Jangan saling melempar tanggung  jawab, karena itu tidak akan menyelesaikan persoalan.

Atas alasan itu, dirinya meminta agar dana yang dikhususkan untuk melakukan pemeliharaan Kantor Gubernur NTT, digunakan dengan sebaik mungkin, jangan dialihkan kedalam kantong pribadi oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan pribadinya. (richo)

Baca Juga :  Gubernur Jokowi Kembali Bikin Heboh, Nyanyi diiringi Tanjidor

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button