Home / Sport / Audit BPKP NTT, Kerugian Negara Kasus Tanah RRI Rp 1,5 miliar

Audit BPKP NTT, Kerugian Negara Kasus Tanah RRI Rp 1,5 miliar

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

Moral-politik.com. Badan Perwakilan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan  (BPKP) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyerahkan hasil penghitungan kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi penjualan  tanah RRI Kupang senilai Rp 1,5 miliar  kepada penyidik Tindak Pidana Korupsi Polda NTT, Jumat (2/8).

BPKP NTT menghitung kerugian negara dalam kasus penjualan aset tanah milik RRI Kupang seluas 8.029 meter persegi di Jalan Amabi, Kelurahan Oepura. Dalam perhitungan BPKP NTT terkait kasus korupsi penjualan tanah RRI Kupang di wilayah Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, itu mencapai Rp 7.629.000.000.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT, Kombes. Pol. Ade Sutiana melalui Kasubdit Tipikor, Kompol Benny R Hutajulu kepada wartawan, Senin (5/8) mengatakan, penyidik sudah menerima hasil penghitungan kerugian negara (PKN) dari BPKP NTT kasus dugaan korupsi penjualan aset tanah RRI Kupang.

Dia menjelaskan, ketua tim pemeriksa Ipda Hatta dan Ipda Ebet Amalo didampingi penyidik, Bripka Agus Trimanto, yang mengambil langsung hasil penghitungan kerugian negara di BPKP NTT.

Hasil PKN itu, katanya, akan ditindaklanjuti dengan penyerahan berkas dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.  Dua berkas tersangka yang akan diserahkan, yakni berkas salah satu pejabat RRI Kupang, MA, dan mantan Panitera Pengadilan Negeri Kupang, GT.

Dijelasnya, pemberkasan dua tersangka sejatinya sudah disiapkan penyidik beberapa waktu lalu. Penyidik tinggal menunggu PKN dari BPKP NTT saja untuk melimpahkan berkas kepada JPU Kejati NTT. (richo)

 

 

 

Baca Juga :  Agus Talan Belum Mundur dari Golkar

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button