Home / Pena_VJB / Badai di Pukuafu Kembali Telan Perahu Nelayan, 4 Orang Menghilang

Badai di Pukuafu Kembali Telan Perahu Nelayan, 4 Orang Menghilang

Bagikan Halaman ini

Share Button

24

 

 

Moral-politik.com. Perahu nelayan dari Kupang dan berlayar  menuju Kabupaten  Rote Ndao tenggelam di Laut Pukuafu, Minggu (25/8/2013) lalu, akibatnya empat penumpang perahu itu hilang hingga saat ini.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap empat korban hilang itu,” kata Kabag Ops Polair Polda NTT, Iptu Idris, kepada Moral-politik.com, Selasa( 27/8/2013).

Perahu itu tenggelam 25 Agustus 2013 sekitar pukul 19.30 Wita. Perahu itu hanya mengangkut empat penumpang menuju Pulau Rote dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Namosain, Kota Kupang.

Empat korban hilang yakni Marga Fia, Paulus Fia, Lot Bela dan Iku Muti. Penumpang yang rata-rata masih saudara itu hendak berangkat ke Dela, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao.

Dugaan sementara perahu tersebut dihantam gelombang saat berlayar ke Pulau Rote.

Hingga saat ini masih dilaksanakan pencairan oleh Tim SAR, Polair dibantu Nelayan Rote dan Tablolong, Kabupaten Kupang.

“Sampai siang ini, Basarnas dan Polair masih melakukan pencarian empat korban yang hilang itu,” katanya.

Dia mengatakan, Polair NTT baru mendapatkan laporan tentang tenggelamnya perahu tersebut dari keluarga korban, Senin (26/8/2013, setelah empat korban yang melakukan pelayaran ke Pulau Rote hilang kontak.

“Kami baru dilaporkan kemarin,” katanya. 

Sebelum peristiwa ini, sebuah kapal kayu pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berangkat dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Namosain, Kota Kupang tujuan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam di selat Pukuafu.

“Enam penumpang berhasil diselamatkan polisi perairan (Polair) Polda NTT dan Basarnas,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag ops) Polair Polda Nusa Tenggara Timur, Komisaris Polisi Bayu Herlambang di Kupang, Selasa (11/6).

Menurut dia, kapal kayu ‘Padang Arafah’ membawa BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau tersebut. Namun dalam perjalanan, kapal tersebut dihantam gelombang di selat Pukuafu dan tenggelam.

Baca Juga :  Kok Tahun Ini Arena Pemeran Fatululi Sepi Pengunjung?

Keenam penumpang saat ini masih mengalami trauma, dan belum menjalani pemeriksaan selanjutnya. Belum mengetahui volume BBM yang diangkut kapal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Rote.

“Kami belum tahu jumlahnya, karena penumpangnya belum diperiksa,” katannya.

Kebutuhan BBM di Pulau Rote Ndao masih dilayani dari Kupang. Karena daerah itu belum miliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau pun Depo, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, pemerintah mengambil kebijakan mengangkut BBM menggunakan kapal motor biasa. (richo)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button