Home / Sport / Bangunan Tempat Pemakaman Umum Ba’adale Rusak

Bangunan Tempat Pemakaman Umum Ba’adale Rusak

Bagikan Halaman ini

Share Button

TPU (1)

 

Moral-politik.com. Bangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dibangun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Rote Ndao, di Desa Ba’adale, Kecamatan Lobalain alami kerusakan cukup serius.

Pantauan Moral-politik.com di lokasi itu, Kamis (15/8) kemarin, sebagian besar pagar tembok TPU rubuh. Disamping itu, sarana penunjang bangunan TPU tersebut hingga saat ini belum tersedia.
Warga yang bermukim di sekitar lokasi itu, saat dikonfirmasi wartawan mengaku kecewa belum adanya perhatian Pemkab Rote Ndao terhadap persoalan itu. Pada hal menurut mereka, lahan TPU itu dihibahkan pihaknya agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

“Kalau memang tidak diperhatikan sebaiknya lahan ini dikembalikan ke warga untuk memanfaatkannya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sini. Kami akan kembalikan uang sirih pinang yang diberikan pemerintah  tahun 2009 lalu dan lahan ini kami akan ambil kembali kalau sampai tidak diperhatikan!” tandas Orbet  Tulle salah seorang warga di sekitar lokasi itu.

“Di sini sudah dibangun pos pemantau TPU tetapi mubazir dan telah menjadi kandang ternak karena TPU ini tidak dimanfaatkan. Bangunan yang dibangun ini ijuga sepertinya tidak berkualitas sehingga tidak lama dibangun langsung ambruk,” ungkapnya.

Bahkan lanjut dia, pihaknya mengaku kesal dengan kualitas bangunan yang tidak bertahan lama akibat pelaksanaan pekerjaan yang tidak berkualitas.

“Tanah tempat pembangunan TPU ini luasnya 20 hektaare adalah milik orang tua saya. Diserahkan ke pemerintah demi kepentingan umum. Kami merasa kecewa dengan pemerintah yang tidak mengoptimalkan TPU ini. Kami harapkan agar pembangunan TPU ini dilanjutkan dan perbaiki bangunan yang telah runtuh,” harapnya.

Pernah diberitakan, mantan Kepala BPLHD Kabupaten Rote Ndao, Drs.Hendrik P. Dami M.Si yang dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya telah merancang Peraturan daerah tentang TPU, Perda tentang Tempat Pebuangan Akhir dan Perda Retribusi Tempat Sampah.

Baca Juga :  Rencana Aksi Mogok Perajin Tahu Tempe Dibatalkan

Ketiga Ranperda itu kata Dami telah diusulkan ke Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk ditindaklanjuti sehingga memiliki manfaat yang cukup besar bagi masyarakat.
Disinggung soal pemanfaatan TPU Ba’adale, dirinya enggan berkomentar soal waktu pemanfaatannya.

Ditambahkannya, dalam TA.2009 lalu, pihaknya dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN TA.2009 dibangun dinding tembok sepanjang 500 meter  melalui program pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup, kegiatan pencegahan pencemaran dan kerusakan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan hidup.

Kegiatan yang dibangun menggunakan anggaran senilai Rp.290.510.000 melaksanakan sejumlah kegiatan yakni pemagaran lokasi TPU Tahap I dan Pintu Gerbang Gapura TPUoleh CV. Elinca Utama dengan direkturnya Insan H. Saudale, dengan waktu pelaksanaan kontrak selama 90 hari kalender dan waktu pemiliharaan 180 hari kalender kerja.

Sementara pekerjaan tahap dua lanjutnya, melalui program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup kegiatan koordinasi penilaian kota sehat/adipura dilaksanakan  pekerjaan pembangunan pos pemantau TPU oleh CV. Dion dengan menggunakan anggaran senilai Rp.22.800.000. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button