Home / Pena_VJB / Basuki: Jabatan Tak Berkaitan dengan Agama

Basuki: Jabatan Tak Berkaitan dengan Agama

Bagikan Halaman ini

Share Button

14

 

Moral-politik.com. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan,  tidak ada Undang-undang yang menyebutkan bahwa non muslim tidak boleh menjadi pemimpin di Indonesia.

Hal ini diunkapkannya setelah warga Lenteng Agung menolak Lurah non muslim di Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli yang terpilih dari seleksi dan promosi atau lelang jabatan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya kira kita tidak nanganin dia ditolak karena dia agamanya beda. Nanti lama-lama ditolak gara-gara kamu syi’ah. Kan repot gitu loh,” kata Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota Jakarta, Kamis 22/8/2013.

Pria yang akrab disapa Ahok ini, meminta warga untuk tidak bersikap seperti itu pada pejabat yang sudah ditunjuk, karena dia layak bertugas di tempat tersebut.

“Jadi tidak bisa tolak karena agama itu tidak ada urusan,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI komisi dua ini menyontohkan, pada saat Pilkada dirinya mendapatkan suara sebesar 52,7 persen, sehingga ada 40 yang menolak dirinya menjadi Wakil Gubernur.

“Kalo dia nyolong, dia tidak mau melayani, ya masalah. Ngumpulin KTP untuk tolak, saya juga banyak. Saya di DKI jadi cuma 52,7 persen. Berarti ada 40 persen lebih yang nggak mau saya jadi wagub. Ya nggak ada urusan, kita cuma taat kontitusi gak ada konstituen,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Lenteng Agung mengklaim telah mengumpulkan 2300 nama dan 1500-an KTP sebagai tanda bukti dukung pemberhentian Lurah di wilayah mereka. Daftar nama dan dukungan tersebut menurut rencana akan diserahkan ke Balaikota agar segera ditindaklanjuti.

Namun, Ahok menilai hal tersebut tidak menjadi patokan untuk melengserkan Lurah, karena non muslim terkecuali lurah tersebut korupsi dan enggan melayani masyarakat. (PT)

Baca Juga :  J Kristiadi: Jokowi Bisa Jadi Presiden Walau Bersanding dengan Daun

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button