Home / Pena_VJB / Bupati Sikka: Sekolah Tenda untuk Anak Pengungsi Rokatenda

Bupati Sikka: Sekolah Tenda untuk Anak Pengungsi Rokatenda

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

Moral-politik.com. Pemerintah Kabupaten Sikka terpaksa mendirikan sekolah tenda bagi 153  siswa SD dan 89 siswa SMP asal Pulau Palue, korban erupsi Gunung Rokatenda, karena guru-guru mereka juga ikut mengungsi, ketimbang memindahkan mereka ke sekolah-sekolah di Maumere.

“Kami sudah sepakat mulai Senin pekan depan anak-anak SD yang berasal dari dua sekolah sudah  bisa sekolah karena gurunya juga ikut mengungsi. Jadi bisa membuka sekolah tenda,” kata Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera yang dihubungi, Kamis (15/8).

Menurutya, bagaimana pun juga pemerintah harus memikirkan nasib dan masa depan anak-anak  sekolah, karena mengungsi proses belajar juga ikut terganggu dan terbengkalai.Kebetulan anak-anak itu berasal dari sekolah yang sama jadi tidak ada kesulitan untuk memulai proses  itu.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dari total 779 jiwa pengungsi yang sudah dievakuasi ke Maumere, 155 diantaranya murid SD dan siswa SMP. Rinciannya, SD Katolik Cawalo 64 murid (31 laki-laki, 33 perempuan), SD Katolik Nitung 59  murid (34 laki-laki, 25 perempuan) dan SMP Negeri I Palue 89 siswa.

“Semula para siswa tersebut akan dipindahkan ke SD Inpres Maumere, SD Katolik Maumere, SD Inpres Wairlklau dan SD Inpres Madawat. Sementara siswa SMP akan dipindahkan ke SMP St.
Maria, SMP Binwin dan SMP Frater,” katanya.

Dia mengatakan, rencana tersebut sudah disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan  Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi NTT, terutama bagaimana secara bertahap bisa mengatasi trauma pada diri anak-anak yang ikut mengungsi bersama orang tua mereka.***(AVI)

Baca Juga :  Sopir Naikkan Tarif Angkutan Mendahului Keputusan Gubernur NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button