Home / Sport / Pertemuan Komnas HAM dengan Warga Kolhua

Pertemuan Komnas HAM dengan Warga Kolhua

Bagikan Halaman ini

Share Button

44

Moral-politik.com.  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menanggapi secara serius pengeluhan masyarakat Kolhua terkait rencana pembangunan Bendungan Kolhua di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Keseriusan dari Komnas HAM ditunjukkan dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi Bendungan Kolhua dan bertemu dengan masyarakat Kolhua. Kedatangan Komnas HAM RI ke lokasi bendungan dan bertemu dengan amsyarakat Kolhua, sekaligus menguatkan masyarakat Kolhua yang selama ini berjuang keras untuk menolak pembangunan Bendungan Kolhua.

Selain itu, kehadiran Komnas HAM juga membuktikan keseriusan Komnas HAM RI  merespons pengaduan warga Kolhua beberapa waktu lalu, mengenai indikasi pelanggaran HAM oleh Pemkot Kupang.

Tokoh masyarakat Kolhua, Maksi Buifena saat menyambut kedatangan Komnas HAM di Posko Tolak Bendungan Kolhua, Kamis (22/8/2013)  mengatakan, kedatangan Komnas HAM RI menguatkan masyarakat Kolhua yang selama ini berjuang dengan caranya sendiri untuk menolak pembangunan Bendungan Kolhua di Kolhua yang direncanakan Pemkot Kupang.

Saat bertemu dengan masyarakat Kolhua di Kolhua, Tim Komnas HAM RI yang bertemu langsung dengan masyarakat Kolhua diantaranya Natalius Pigai, Agus Suntoro, Endang Sri Melani, dan Kawiji. Kedatangan Tim Komnas HAM RI disambut ratusan tokoh masyarakat setempat bersama 200 warga yang sudah menanti sejak pagi.

Natalius Pigai selaku Ketua Komisioner Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, dalam pertemuannya dengan masyarakat Kolhua di Kolhua mengatakan,  kedatangan Komnas HAM RI untuk mengumpulkan informasi di lapangan. Usai mengumpulkan informasi, Komnas HAM akan mengundang  Pemkot dan DPRD Kota Kupang ke Jakarta untuk dilakukan klarifikasi.

Natalia  meminta warga dan pemilik lahan memperjuangkan hak-haknya dengan cara-cara santun dan sesuai aturan, tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan dan HAM. Dirinya juga memberikan pujian kepada Suku Helong sebagai etnis yang murah hati dan bersifat mulia, karena telah memberikan lahannya yang luas untuk berbagai kepentingan pemerintah dan masyarakat, seperti kantor Gubernur NTT, Kantor Dinas PPO NTT, SD Bertingkat Naikoten, Kampus Undana Lama, dan pembangunan perumahan Lopo Indah Permai.

Baca Juga :  Belum ada Perubahan Tarif Angkot di Belu

Untuk  itu, katanya, dirinya memahami sikap warga Kolhua yang mempertahankan lahan pertanian mereka yang hendak dijadikan lokasi bendungan.

Menurutnya, warga Kolhua memertahankan lahan tersebut karena lahan itu berkaitan dengan aspek  ekonomi dan budaya, yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.

“Komnas HAM menyikapi serius masalah ini. Komnas HAM akan selalu berada di pihak yang menderita, yang dirugikan,” yakinnya.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button