Home / Populer / AMPERA Demo di Rote Ndao, Usung Peti Jenazah & Krans Bunga

AMPERA Demo di Rote Ndao, Usung Peti Jenazah & Krans Bunga

Bagikan Halaman ini

Share Button

demonstrasi

 

 

Moral-politik.com. Sekitar 1.000 orang masyarakat di Kabupaten Rote Ndao yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rote Ndao (Ampera) mengusung peti jenazah dan krans bunga saat melakukan aksi demonstrasi ke Polres, Panwaslu, Kejari Ba’a, Kantor Bupati dan gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Kamis (29/8).

Pantauan Moral-politik.com, ribuan massa yang diangkut menggunakan belasan truk tersebut start dari Sekretariat Ampera sekitar pukul 10.00 Wita dengan dikawal secara ketat oleh pihak kepolisian dari Polres Rote Ndao, dipimpin langsung Kapolres Rote Ndao, AKBP.Hidayat.

Saat tiba di Polres Rote Ndao, massa yang dipimpin Koordinator Lapangan, Junus Panie sempat berdialog dengan Kapolres Rote Ndao. Dalam dialog itu, Ampera mempertanyakan sejumlah kasus korupsi yang ditangani Polres Rote Ndao namun belum tuntas.

Terhadap persoalan itu, Kapolres Rote Ndao menjelaskan, belum tuntasnya sejumlah kasus korupsi yang ditangani pihaknya disebabkan belum adanya hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Usai menggelar dialog dengan Kapolres Rote Ndao, masa langsung bergerak menuju Kantor Panwaslu Kabupaten Rote Ndao yang diterima secara langsung oleh Ketua Panwaslu, Tarsis Toumeluk.

Usai berdialog, masa langsung bergerak menuju Kantor Bupati Rote Ndao. Saat tiba di kantor Bupati Rote Ndao, massa merasa kecewa sebab Bupati Rote Ndao, Leonard Haning sedang berada di luar wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Meski suasana cukup panas, massa sempat melaksanakan orasi di depan kantor Bupati Rote Ndao untuk menyampaika sejumlah tuntutan. Selang beberapa saat kemudian, massa diterima Asisten I Setda Kabupaten Rote Ndao, Origenes Boeki.

Kepada masayarakat, Boeki mengatakan dirinya hanya menerima aspirasi yang disampaikan dan akan menyampaikannya kepada Bupati Rote Ndao untuk menindaklanjutinya.

Setelah berdialog, massa langsung bergegas menuju kantor Kejari Ba’a dan diterima salah seorang Jaksa di Kejari Ba’a, Jefry, SH sebab Kejari Ba’a, I Gde Ngurah sedang berada di luar daerah.

Baca Juga :  Ketua MPR tanggapi OTT terhadap Kepala Daerah...

Dalam dialog, massa menyampaikan apresiasi dan proficiat ke Kejaksaan Negeri Ba’a yang berhasil membongkar sejumlah kasus korupsi di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

demonstrasi 1

Setelah berdialog, massa langsung bergegas menuju gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao yang letaknya tak jauh dari kantor Kejari Ba’a.

Saat tiba di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, massa yang hadir merasa kecewa dengan ketidakhadiran sebagian besar anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Cornelis Feoh dan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao.

Di gedung DPRD Rote Ndao, massa diterima Wakil Ketua DPRD, Ardianus Adu didampingi empat anggota DPRD Rote Ndao, Yakob Malelak, Frans Mooy, Anwar Kiah dan Nicholas Haning.

Saat berdialog, massa menuntut DPRD Kabupaten Rote Ndao agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas persoalan-persoalan korupsi yang terjadi di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Pada kesempatan itu, massa mengancam akan membawa massa yang lebih besar bila tuntutan pihaknya tak dipenuhi. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button