Home / Sport / Demonstran Ungkap Kasus di Lingkup Pemkab Rote Ndao

Demonstran Ungkap Kasus di Lingkup Pemkab Rote Ndao

Bagikan Halaman ini

Share Button

AKSI

 

Moral-politik.com. Masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Rote Ndao (Ampera) mengungkap sejumlah persoalan yang terjadi di lingkup Pemkab Rote Ndao.

Hal ini diungkapkan ribuan masyarakat Kabupaten Rote Ndao saat berunjuk rasa ke Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (29/8) siang.

Ribuan massa yang dipimpin koordinator lapangan, Junus Panie saat berorasi mempertanyakan sejumlah persoalan di lingkup Pemkab Rote Ndao yakni masalah penghargaan fiktif  2012,  masalah perpanjangan jabatan 52 kepala desa di Kabupaten Rote Ndao tahun 2013, melakukan mutasi pejabat struktural menjelang enam bulan sebelum Pemilukada Rote Ndao, pengangkatan pejabat mantan narapidana korupsi, penyunatan satu bulan gaji sertifikasi guru tahun 2011 dan satu bulan pada tahun 2012, penipuan terhadap petani rumput laut mengenai ganti rugi gagal panen rumput laut di

Kabupaten Rote Ndao, tidak terbayarnya insetif tenaga dokter dan tenaga medis di Rote Ndao, tidak jelasnya nasib dari tenaga kontrak daerah yang masuk dalam batabase kategori satu dan kategori dua dan masalah tanah hibah masyarakat untuk falisitas umum yang diselewengkan oleh Pemkab Rote Ndao dengan cara membagi-bagikan dana kepada oknum pejabat di Rote Ndao.

Dalam orasinya, Junus mengungkapkan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Rote Ndao selama ini termasuk penegakan hukum belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Menurutnya, ditemukannya sejumlah kasus dan belum adanya penanganan yang serius dari lembaga peradilan terkesan mendapat pembiaran dari penegak hukum.

“Mencermati fenomena yang terjadi selama ini, pemerintah terkesan melakukan pembodohan publik terhadap masyarakat Rote Ndao,” tegasnya seraya menambahkan, “Kami sudah muak dengan tipu muslihat Pemkab Rote Ndao yang terjadi selama ini.”

Selain itu, Junus menegaskan, bila dalam waktu tiga hari Pemkab Rote Ndao tidak memenuhi tuntutan Ampera, pihaknya bertekad akan kembali mendatangi kantor Bupati Rote Ndao untuk menagihnya.

Baca Juga :  Real Madrid Perkasa di Camp Nou, 'Hajar' Barcelona 2-1

“Bila dalam waktu tiga hari tidak memberikan dan menjawab aspirasi masyarakat Rote Ndao yang telah dituangkan dalam surat pernyataan sikap kami kembali datang dengan masa yang lebih besar,”tandasnya.

Pantauan wartawan, saat mendatangi kantor Bupati Rote Ndao, masa yang tergabung dalam Ampera diterima Asisten I Setda Kabupaten Rote Ndao, Origenes Boeki didampingi sejumlah stafnya.
Menurut Boeki, aspirasi yang dibawa masayarakat dalam aksi damai tersebut akan disampaikan kepada Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM yang tengah melaksanakan tugas di luar daerah. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button