Home / Sport / Dewan Minta Fasilitas TPU Jangan Dimubazirkan

Dewan Minta Fasilitas TPU Jangan Dimubazirkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

Moral-politik.com. Untuk mengoptimalkan fungsi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ba’adale yang terletak di Desa Ba’adale, Kecamatan Lobalain, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui instansi terkait diminta mengoptimalkan fungsi TPU itu.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao,  kepada Moral-politik.com di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Senin (19/8).

Ady mengatakan hal itu menyikapi pemberitaan media terkait sejumlah fasilitas di lokasi TPU yang terletak di Dusun Ndudale, Desa Ba’adale, Kecamatan Lobalain alami kerusakan.

Dirinya mempertanyakan alasan sehingga lokasi TPU tersebut tidak dimanfaatkan. Menurutnya, semestinya lokasi itu dimanfaatkan sebab anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan TPU itu cukup besar.

“Pemerintah harus bisa jelaskan kenapa tidak dimanfaatkan atau pembangunan TPU itu hanya untuk menghabiskan anggaran. Perlu ada perhatian serius dari Pemda. Yang herannya adalah, belum dipakai saja sudah roboh apalagi kalau nanti sudah dioperasikan. Atau pemerintah hanya asal bangun saja untuk tidak dimanfaatkan dan dipergunakan oleh masyarakat Rote Ndao,” katanya.

Pernah diberitakan, Bangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dibangun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Rote Ndao di desa Ba’adale, Kecamatan Lobalain alami kerusakan cukup serius.

Warga yang bermukim di sekitar lokasi itu, saat dikonfirmasi wartawan mengaku kecewa belum adanya perhatian Pemkab Rote Ndao terhadap persoalan itu. Pada hal menurut mereka, lahan TPU itu dihibahkan pihaknya agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

“Kalau memang tidak diperhatikan sebaiknya lahan ini dikembalikan ke warga untuk memanfaatkannya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sini. Kami akan kembalikan uang sirih pinang yang diberikan pemerintah  tahun 2009 lalu dan lahan ini kami akan ambil kembali kalau sampai tidak diperhatikan,” tandas Orbet  Tulle salah seorang warga di sekitar lokasi itu.

Baca Juga :  Akta kelahiran berdasarkan domisili

“Di sini sudah dibangun pos pemantau TPU tetapi mubazir dan telah menjadi kandang ternak karena TPU ini tidak dimanfaatkan. Bangunan yang dibangun ini ijuga sepertinya tidak berkualitas sehingga tidak lama dibangun langsung ambruk,” ungkapnya.

Bahkan lanjut dia, pihaknya mengaku kesal dengan kualitas bangunan yang tidak bertahan lama akibat pelaksanaan pekerjaan yang tidak berkualitas.

“Tanah tempat pembangunan TPU ini luasnya 20 hektaare adalah milik orang tua saya. Diserahkan ke pemerintah demi kepentingan umum. Kami merasa kecewa dengan pemerintah yang tidak mengoptimalkan TPU ini. Kami harapkan agar pembangunan TPU ini dilanjutkan dan perbaiki bangunan yang telah runtuh,” harapnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button