Home / Sport / Dewan Perihatin dengan Kerusakan Embung Batuai

Dewan Perihatin dengan Kerusakan Embung Batuai

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

Moral-politik.com. Kerusakan yang terjadi pada embung Batuai di Desa Modosinal, Kecamatan Rote Barat Laut dianggap janggal dan membuat para wakil rakyat di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao dengan sektor pertanian di wilayah itu tak paham.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, David Detaq kepada Moral-politik.com di ruang kerjanya, Rabu (28/8).

Menurutnya, kerusakan yang terjadi di embung itu bisa menyebabkan terjadinya penurunan produksi pertanian warga di desa tersebut. Selain itu juga dapat mengancam ketahanan pangan para petani di desa itu.

“Kerusakan itu bisa saja terjadi karena kualitas pekerjaannya yang tidak jelas,” katanya.
Pemkab Rote Ndao diingatkannya, supaya segera menanggapi persoalan itu secepatnya sehingga tidak mengganggu aktivitas pertanian di lokasi tersebut.

“Perlu ada perhatian serius dari Pemda sebab kalau tidak segera ditangani bisa berdampak langsung dengan produksi pertanian masyarakat,” harapnya.

Ditambahkannya, dalam pekerjaan tersebut, Pemkab Rote Ndao diingatkannya agar mengevaluasi kembali kinerja kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Bahkan, kontraktornya dimintanya agar di black list di Kabupaten Rote Ndao.

“Awalnya kami sudah meragukan kualitas pekerjaan embung itu. Sebab saat kami berkunjung ke sana setelah pekerjaan baru diselesaikan, temboknya retak sehingga dengan kerusakan yang terjadi saat ini menunjukan kualitas pekerjaannya yang tidak jelas,” tandasnya.

Untuk diketahui, embung Batuai di Desa Modosinal, Kecamatan Rote Barat Laut yang dibangun dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 lalu diperkirakan Rp1 miliar saat ini alami kerusakan cukup berat.

Sejumlah warga yang berhasil dikonfirmasi wartawan di sekitar lokasi tersebut mengungkapkan, bangunan embung alami kerusakan satu tahun setelah dibangun tahun anggaran 2012 lalu.

Baca Juga :  Pieter Manuk Kembalikan Dana PKH 2012 ke Kas Negara

Filipus Mone, salah seorang warga di desa Modosinal yang ditemui wartawan di sekitar lokasi embung mengungkapkan, sejak dibangun hingga saat ini, air yang bersumber dari embung itu belum disalurkan ke pertanian milik warga.

“Salurannya rusak berat dan sampai sekarang belum pernah dimanfaatkan,” katanya.

Dikatakannya, kerusakan pada embung itu berlangsung sejak akhir tahun anggaran 2012. Bahkan kata dia, saat Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal, Helmy Faizal sempat mengunjungi lokasi itu, akhir TA.2012 lalu.

“Saat Menteri ke sana diarahkan ke bagian yang lain bukan ke yang rusak ini,” ujarnya.
Embung yang dikerjakan oleh salah seorang pengusaha di Kabupaten Rote Ndao ini menyebutkan, selain tidak ada perhatian untuk perbaikan bagian yang alami kerusakan, sistem pengelolaannya juga tidak jelas.

Pada hal kata dia, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, untuk pemeliharaan embung itu telah disediakan anggaran sebesar Rp60 juta namun hingga saat ini belum pernah dilakukan pemeliharaan.

Ketua kelompok pengelola embung, Soleman Modok, Sekretaris, Isak Soluk dan bendahara pengelola embung, Markus Ndolu hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button