Home / Pena_VJB / Dirut RSUD Kupang Ajukan Ranperda Kenaikkan Tarif Pasien

Dirut RSUD Kupang Ajukan Ranperda Kenaikkan Tarif Pasien

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

Moral-politik.com. Direktur RSUD Johanes Kupang, Alfons Anapaku mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  setempat, terkait rencana kenaikan tarif rumah sakit tersebut.

“Ranperdanya sudah kami usulkan ke dewan untuk dibahas dan ditetapkan,” kata Alfons, Selasa (6/8) terkait rencana manajemen menaikkan tarif RSUD Johanes Kupang sebesar 30 persen.

Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan konsultasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti gubernur dan DPRD terkait rencana kenaikan tarif tersebut. Namun, Ranperdanya telah dikirim untuk dibahas dan ditetap di dewan.

“Kami terus lakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait rencana kenaikkan tarif ini,” katanya.
Wakil Direktur RSUD Johanes Kupang, Yudith Kota mengatakan, usulan kenaikkan tarif ini pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang menyebakan tingginya biaya subsidi.

Usulan tarif yang dinaikkan, contohnya, seperti rawat inap untuk kelas III, sebelumnya Rp 35 ribu per hari, sedangkan unit costnya mencapai Rp 61 ribu, sehingga diusulkan dinaikkan menjadi Rp 75 ribu per hari.

“Itu pun tetap disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Tarif  kelas I dan kelas utama yang tidak dikenakan subsidi dinaikkan dari sebelumnya Rp 175 ribu hingga Rp 310 ribu menjadi Rp 220 ribu hingga Rp 390 ribu per hari.

Tarif  lainnya yang juga diusulkan naik yakni pemeriksaan laboratorium hingga Rp 60 ribu untuk tarif jasa, dari sebelumnya antara Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu. Kenaikkan itu untuk menutup sebagian dan seluruh biaya pelayanan kesehatan di RSUD Johanes Kupang, untuk menjaga stabilitasi mutu pelayanan, dan memberikan kepastian biaya pelayanan kesehatan serta memperbaiki kemakmuran pemberi pelayanan melalui penetapan tarif yang sesuai.

Baca Juga :  Bijaknya Gubernur Jokowi Soal Kasus Ibu Lurah Lenteng Agung

“Beban biaya RSUD mengalami peningkatan, sehingga subsidi pemerintah semakin besar. Selisih antara biaya dan tarif semakin besar,” katanya.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button