Home / Pena_VJB / Eks Pengantar Imigran ke Australia Butuh Sentuhan Pemerintah

Eks Pengantar Imigran ke Australia Butuh Sentuhan Pemerintah

Bagikan Halaman ini

Share Button

Sejumlah pemudik menaiki Perahu Layar Motor (PLM) di Pelabuhan Penyebrangan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (25/8).

 

 

Moral-politik.com. Andri Minta (17), warga RT.04, Kelurahan Londalusi, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao yang pernah mengantar imigran gelap asal Timur Tengah ke Australia mengharapkan perhatian Pemerintah.
Hal itu diungkapkannya saat ditemui Moral-politik.com di kediamannya, Minggu (11/8).

Dia mengatakan, dirinya nekat mengantar para imigran ke Australia selain karena tuntutan ekonomi keluarga juga untuk membiayai pendidikannya.

Sekitar tiga bulan yang lalu, saya dengan Bapak antar imigran asal sejumlah negara di Timor Tengah sebanyak 156 orang,” katanya.

Para imigran gelap yang diloloskan pihaknya itu, lanjut dia, diberangkatkan pihaknya melalui Surabaya Jawa Timur. Untuk memasuki wilayah Australia, kata dia, pihaknya menempuh perjalanan selama dua hari tiga malam.

“Kami berangkat dengan menggunakan kapal layar yang bermesin. Sekitar 500 meter memasuki wilayah Australia, pesawat pengintai milik Australia mendekati kami, selang beberapa saat setelah kapal pengintai itu pulang, kapal angkatan laut langsung datang dan seret kami ke dermaga Darwin,” katanya.

Ditambahkannya, untuk memberangkatkan para imigran tersebut, dia ditemani ayahnya (Amin minta) dan seorang anak buah kapal.

“Saat tiba di Darwin, ayah saya dan ABK sampai sekarang masih ditahan, sementara saya hanya ditahan selama dua minggu karena saya masih anak-anak, saya tidak di tahan. Karena setelah dua minggu berada di sana, saya langsung di pulangkan ke Indonesia melewati Bali,” terangnya.

Diungkapkannya, selama berada di Australia, dirinya diperlakukan secara baik oleh pihak Australia.

“Bapak dan ABK masih ditahan dan belum dibebaskan,” katanya.
Ditambahkannya, dirinya nekat melakoni pekerjaan itu karena desakan ekonomi keluarga.

“Saya melakukannya supaya dapat uang agar bisa bayar uang sekolah,” katanya.
Putra ke enam dari enam bersaudara ini berharap agar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui dinas dosial supaya memberikan bantuan pendidikan.

Baca Juga :  Nafsiah Mboi Akan Atasi Disparitas Pembangunan Bidang Kesehatan

“Saya sangat butuh bantuan pemerintah, karena Bapak masih di penjara Australia dengan masa tahanan selama kurang lebih 6 hingga tujuh tahun,” harapnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button