Home / Sport / Hari Ini 84.412 Warga Rote Ndao Pilih Bupati/Wabub

Hari Ini 84.412 Warga Rote Ndao Pilih Bupati/Wabub

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

Moral-politik.com. Momentum lima tahunan di Kabupaten Rote Ndao yang dinantikan warga akhirnya terwujut. Sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Rote Ndao, sebanyak 84.412 warga yang telah ditetapkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan memberikan hak suaranya di 250 TPS yang tersebar pada 10 Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao.

Ketua KPU Rote Ndao, Berkat F. Ngulu yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/8) siang menyebutkan 84.412 pemilih tersebut meliputi pemilih laki-laki sebanyak 42.465 orang sedangkan pemilih perempuan berjumlah 41.947 orang.

Dirincikannya, warga yang telah ditetapkan pada DPT diantaranya di Kecamatan Ndao Nuse sebanyak 2.368, Rote Barat berjumlah 5.062, Rote Barat Daya sebanyak 13.803, sebanyak 15.667 di Rote Barat Laut, 3.405 pemilih di Rote Selatan, 5.775 pemilih di Rote Tengah, Pantai Baru sebanyak 8.637 pemilih, Rote Timur sebanyak 8.258 dan Landu Leko sebanyak 3.236 orang pemilih.

“Pemilih terbanyak di Kecamatan Lobalain sebanyak 18.201 yang meliputi pemilih perempuan sebanyak 9.205 dan laki-laki berjumlah 8.996 orang,” ujarnya.
Ditambahkannya, usai dilaksanakan pemilihan pada 5 Agustus 2013 dilanjutkan dengan pengembalian kertas suara dari KPPS ke PPS.

“Tanggal 6-7 Agustus jadwal pengembalian kertas suara hasil pemilihan dari PPS ke PPK. Sedangkan jadwal dari PPK ke KPU dilaksanakan 8-9 Agustus 2013,” ujarnya.
Sementara pelaksanaan perhitungan hasil pemungutan suara di KPU Rote Ndao, tambahnya dilaksanakan sejak 9 Agustus 2013 dan berakhir paling lambat 12 Agustus 2013.

“Setelah perhitungan selesai langsung diumumkan,” ujarnya.

Sementara itu, juru bicara KPU Kabupaten Rote Ndao, Iwan Sodak menghimbau seluruh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao supaya menempatkan saksi disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca Juga :  Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi dan Ayam Mulai Turun

Menurutnya, hal itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran informasi berkaitan dengan perolehan suara masing-masing pasangan calon.

“Pelaksanaan perhitungan dilaksanakan secara terbuka dan independen. Namun masing-masing pasangan calon supaya menempatkan saksinya di setiap TPS. Kita harapkan agar penetapan pasangan terpilih nantinya dilaksanakan di Ba’a bukan di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta,” ujarnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button