Home / Sport / Farida Ahmadi Kakar, Anggota Parlemen Afghanistan Diculik Taliban

Farida Ahmadi Kakar, Anggota Parlemen Afghanistan Diculik Taliban

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

foto: ilustrasi

Moral-politik.com. Pejuang Taliban menculik seorang perempuan anggota parlemen Afghanistan, bernama Farida Ahmadi Kakar. Diberitakan, perempuan itu diculik saat sedang melakukan perjalanan dengan mobil bersama tiga anak perempuannya, di Provinsi Ghazni, Selasa (13/8) waktu setempat.

Polisi mengatakan, untuk pertama kalinya perempuan anggota DPR menjadi korban penculikan. Penculik dikabarkan menuntut pembebasan empat tahanan Taliban, sebagai pertukaran untuk melepaskan Kakar. Sementara, tiga orang anak Kakar dilaporkan telah dibebaskan.

Kakar yang merupakan anggota majelis rendah di parlemen Afghanistan, merupakan anggota parlemen kedua yang diserang di Ghazni, dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pekan lalu, anggota senat Rooh Gul dan suaminya pun diserang di Ghazni. Keduanya selamat, tapi anak perempuan mereka yang berusia 8 tahun, harus tewas bersama sopirnya.

Sementara bulan lalu, pejabat polisi perempuan paling senior di Provinsi Helamnd, Islam Bibi, tewas ditembak ketika menuju ke kantornya di ibukota Provinsi Lashkar Gah. Bibi sendiri memiliki karier cemerlang, serta disebut-sebut sebagai salah satu perwira terbaik di jajaran kepolisian Afghanistan. Sebelum ditembak, dia dilaporkan sempat menerima beberapa kali ancaman pembunuhan.

Kepala suku Kakar, Samad Khan, mengatakan bahwa sedang dilakukan langkah-langkah untuk mencapai kesepakatan dengan Taliban demi membebaskan Kakar. Sementara juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, justru mengatakan pihaknya belum mengetahui siapa yang melakukan serangan. “Kami masih menyelidiki,” katanya.

Kekerasan terhadap perempuan sendiri memang terus meningkat di Afghanistan, dengan Taliban yang dikenal membatasi kebebasan perempuan. Kekerasan mematikan sering menarget perempuan yang bekerja di lembaga-lembaga negara.

Di bawah aturan Taliban sepanjang periode 1996-2001, perempuan diwajibkan untuk memakai burqa, jubah yang menutupi tubuh dari kepala sampai kaki. Taliban juga membatasi perempuan pergi ke sekolah, serta melarang perempuan keluar rumah tanpa ditemani laki-laki.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Malaka Cuek, Masyarakat Makin Meradang!

Taliban juga menolak keras upaya pemerintahan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai yang didukung oleh Barat, untuk memulihkan hak dasar perempuan atas pendidikan dan pekerjaan. Pemerintahan Karzai yang diketahui didukung oleh

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, terus berusaha dengan susah payah mempromosikan hak perempuan. (Sumber: beritasatu.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button