Home / Pena_VJB / Ferdi Tanoni Kampanyekan Pencemaran Laut NTT Kala Sail Komodo

Ferdi Tanoni Kampanyekan Pencemaran Laut NTT Kala Sail Komodo

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

Moral-politik.com. Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) akhirnya mampu membaca peluang dengan memanfaatkan momentum Sail Komodo untuk melakukan kampanye  perjuangan rakyat Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas bencana  pencemaran Laut Timor.
YTPB  menyebarkan selebaran  kepada para wisatawan mancanegara tersebut yang diberi judul

“Lembaran fakta, apakah petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor ditutupi atau tidak”.
Isi dari selebaran  tersebut memuat tentang kebohongan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australia disertai foto tentang penyemprotan bahan kimia beracun dispersant oleh AMSA, untuk tenggelamkan tumpahan minyak mentah dari permukaan air laut ke dasar laut.

8

Selebaran  YPTB menyebutkan bahwa rakyat Timor Barat dan Nusa Tenggara Timur mencari bantuan dari masyarakat dunia untuk mendukung dan memberikan tekanan pada Pemerintah Australia, Thailand dan Indonesia, dan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP AA untuk menyelesaikan pencemaran di Laut Timor yang mulai terlupakan.

 

Ketua YPTB, Ferdi Tanoni kepada wartawan, Senin (5/8) mengatakan tumpahan minyak Montara 2009 di Laut Timor yang ditutupi secara transparan, independen dan kredibel. Padahal, tumpahan minyak Montara yang mencemari Laurt Timor menurut para ahli lebih besar dari petaka tumpahan minyak di Teluk Mexico.

9

“Sudah empat tahun petaka tumpahan minyak Montara ini ditutupi,” katanya.

Pencemaran itu menyebabkan puluhan ribu warga Timor Barat kehilangan mata pencaharian. Karena itu, Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) sebagai satu-satunya otoritas dengan dukungan lebih dari 95 persen masyarakat nelayan, tokoh adat dan pemerintah NTT telah mengajukan pengaduan dan mengajukan gugatan di Pengadilan Australia.  (richo)

Baca Juga :  NTT: HIV/AIDS Memprihatinkan, 493 dari 2351 Penderita Telah Meninggal

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button