Home / Sport / Gandeng Lembaga Keagamaan NTT Kembangkan GCK

Gandeng Lembaga Keagamaan NTT Kembangkan GCK

Bagikan Halaman ini

Share Button

Ben-Polo-Maing

 

Moral-politik.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tahun 2010 lalu menggandeng lembaga keagamaan untuk mengembangkan gerakan cendana keluarga (GCK) guna mengembalikan wilayah tersebut sebagai penghasil kayu cendana, yang produksinya sudah mulai menurun sejak  tahun 1998 lalu.

Kepala Dinas Kehutanan NTT, Benediktus Polo Maing kepada Moral-politik.com di Kupang, Kamis (22/8)  mengatakan, sejak pemerintah mencanangkan tekat mengembalikan citra daerah ini sebagai
provinsi cendana tahun 2009, pemerintah daerah terus mendorong partisipasi masyarakat menaman  cendana di lahan milik mereka.

“Hal tersebut mendorong masyarakat terutama di daerah-daerah potensial menjadi pemilik  tanaman tersebut, bukan seperti pengalaman sebelumnya diklaim sebagai milik pemerintah
sehingga masyarakat enggan menanam cendana,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah miliki master plan pengembangan cendana tahun 2010 – 2030. Dengan demikian, pada tahun 2030 mendatang pengembangan tanaman tersebut akan
membuahkan hasil dan harumnya cendana mulai terasa di NTT.

Dia menjelaskan, selain mengembangkan GCK, mulai tahun 2011 lalu pihaknya juga menjalin kerja  sama dengan lembaga keagamaan dan LSM yang di daerah ini, untuk ikut berpatisipasi dalam  pengembangan tanaman cendana.

“Kerja sama dengan lembaga keagamaan dan LSM yang ada telah menghasilkan 11.000 tegakan  cendana menyebar di 11 kabupaten di daerah ini. Kerja sama ini akan terus dikembangkan di  waktu mendatang dalam proses pemeliharaan tegakan cendana,” ujarnya.

Selain itu, katanya, hasil dari GCK hingga tahun 2013 adalah 65.000 tegakan cendana telah  tumbuh di beberapa kabupaten di NTT dengan beberapa kabupaten prioritas yakni Kabupaten  Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Alor, Flores Timur, Sumba Timur  dan Kabupaten Sumba Tengah.

Dia memaparkan, selain dua strategi di atas, Dinas Kehutanan juga mengembangkan pembuatan  hutan tanaman cendana (HTC) di lima wilayah yakni Kota Kupang seluas 30 hektare, Kabupaten  Kupang, TTS dan Kabupaten TTU masing-masing 40 hektare dengan jumlah tegakan cendana 24.980  pohon.

Baca Juga :  Pacar Martini Buka Mulut Penyebab Kematian

“Kami optimistis tekad untuk mengembalikan NTT sebagai penghasil kayu cendana bisa membuahkan  hasil. Apalgi pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan juga memberikan perhatian serius terhadap gerakan ini. Hal ini dilihat dari alokasi dana mulai tahun 2013 yang digelontorkan  langsung ke kabupaten/kota untuk pengembangan cendana masing-masing sebesar Rp 250 juta,”  tuturnya.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button