Home / Populer / Gubernur NTT Diminta Berjuang Bagi Masyarakat bukan untuk Koneksi

Gubernur NTT Diminta Berjuang Bagi Masyarakat bukan untuk Koneksi

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

foto: kompas.com

 

 

Moral-politik.com. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya diminta berjuang bagi masyarakat NTT, berjuang untuk memberikan kehidupan yang layak dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat NTT, bukan berjuang untuk koneksi-koneksi dan orang-orang terdekat yang ada di lingkupnya sendiri.

Demikian pernyataan Pakar Hukum Unika Widya Mandira Kupang,  ketika ditemui Moral-politik.com, Senin (26/8/2013) di kampus Universitas Katholik Widya Mandiri Kupang.

“Saya minta Gubernur NTT, Frans Lebu Raya agar lebih berjuang lagi bagi masyarakat NTT, untuk kehidupan yang layak dan sejahtera untuk masyarakat NTT, bukan berjuang bagi sesama yang ada disekitarnya,“ katanya.

Terkait dengan pidato Gubernur NTT pada HUT Kemerdekaan RI ke-68 bahwa angka kemiskinan di NTT menurun selama lima tahun masa kepemimpinannya, Mikael mengatakan dari segi apa Gubernur NTT melihat hal itu? Sesuai kasat mata, hingga saat ini masih banyak masyarakat NTT yang hidup miskin, hidup tak berkecukupan dan sebagainya. Bagaimana mungkin seorang Gubernur NTT bisa mengatakan angka kemiskinan di NTT menurun?

Menurutnya, pernyataan Gubernur NTT itu harus ditinjau kembali oleh dirinya sendiri bahwa apakah memang selama lima tahun masa kepemimpinannya angka kemiskinan di NTT menurun atau tidak. Yang menjadi pertanyaan, lanjut dia, apakah diri kita bisa menilai diri kita sendir ataukah penilaian itu datang dari orang lain?

“Yang digunakan Frans Lebu Raya adalah menilai diri sendiri, dan itu memang tidak bisa! Harus ada orang lain yang memberikan penilaian sehingga terbukti kebenarannya!” tegas Mikael .

Menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Gubernur NTT di periodenya yang kedua ini, sambung dia, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya harus lebih memperhatikan dan membuktikan bahwa pidatonya terkait angka kemiskinan di NTT ini benar-benar menurun, bukan hanya sebatas pidatao. Yang siapa pun bisa melakukannya.

Baca Juga :  Demi Pemilu yang Jurdil, DPR Minta KPU Publikasi Formulir C1 di Website

“Pidatonya itu menjadi PR bagi dirinya sendiri, jangan hanya bisa pidato tapi pelaksanaannya tidak ada. Pidatonya bilang kalau angka kemiskinan menurun ya tunjukkan dengan kinerja yang baik supaya bisa dipercaya kalau angka kemiskinan itu menurun!“ tegasnya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button