Home / Pena_VJB / Gubernur NTT Harus Evaluasi Manajemen RSUD Johannes Kupang

Gubernur NTT Harus Evaluasi Manajemen RSUD Johannes Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

Moral-politik.com. DPRD NTT menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pengajuan peraturan daerah (Perda) Penyesuaian Tarif RSUD W. Z. Johannes oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sidang Paripurna DPRD NTT, tanggal 19 Agustus 2013.

“Walau demikian, pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap manajemen rumah sakit milik  pemerintah provinsi itu,” kata anggota DPRD NTT, Anwar Pua Geno di Kupang Selasa (20/8).

Menurutnya, kenaikan tarif rumah sakit itu diharapkan kualitas pelayanan terhadap pasien  termasuk fasilitas sarana dan prasarana medis serta penunjang dapat ditingkatkan,” kata Anwar.

Anggota Fraksi Parta Golkar ini menyatakan, terkait dukungan DPRD Provinsi NTT terhadap Perda  RSUD Johannes Kupang itu, dalam forum paripurna dewan, dirinya meminta kepada gubenur NTT agar melakukan langkah evaluasi dan pembenahan manajemen rumah sakit.  Ini dilakukan mulai pada level direksi sampai pada perangkat manajemen di tingkat bawah untuk  memenuhi kepuasan publik.

“Yang berprestasi dipromosi, sedangkan yang kinerja buruk agar diganti atau digeser!” tandasnya.

Dia berargumen, rumah sakit Johannes sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi NTT harus  meneruskan prinsip “customer statsifaction” agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.

“Karena itu menjadi percuma saja DPRD mendukung kenaikan tarif yang rasional dan layak  berdasarkan kajian akademis dan tuntutan kondisi saat ini, tetapi tidak diikuti dengan  pembenahan manajemen untuk peningkatan dan perubahan,” jelasnya.

Anwar yang juga anggota Badan Anggaran legislatif ini menyatakan, setelah membaca penjelasan  Pemprov NTT serta mempelajari dan mengkaji secara mendalam dan komprehensif kebijakan  kenaikan tarif rumah sakit Johannes, pada prinsipnya dapat dipahami dan diterima. Karena  kebijakan kenaikan tarif itu sangat rasional dan dapat dipertanggungjawabkan serta tidak membebani masyarakat.

Baca Juga :  Kemendikbud Belum Bayar Utang Rekanan Cetak Naskah UN

Dia mengharapkan, dengan kenaikan tarif yang diikuti dengan pembenahan manajemen rumah sakit, kualitas pelayanan rumah sakit yang mestinya menjadi kebanggaan masyarakat NTT tersebut bisa
terwujud.

Dengan demikian, kata dia, kondisi rumah sakit yang semrawut, kumuh dan terkesan tidak terurus dengan profesional, karena banyaknya keluhan dan komplain yang disampaikan oleh pasien dan keluarganya, dapat berubah ke arah yang semakin baik.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button