Home / Sport / Hama Serang Rumput Laut Kepunyaan Warga Livuleo

Hama Serang Rumput Laut Kepunyaan Warga Livuleo

Bagikan Halaman ini

Share Button

JIBRAEL BOACH

 

Moral-politik.com. Hasil rumput laut warga Desa Livuleo, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao pada musim panen bulan ini, dikuatirkan melorot bila dibanding musim panen sebelumnya.
Hal ini diungkapkan warga Dusun Mepelai, Desa Livuleo, Jibrael Boach kepada Moral-politik.com di kediamannya, Sabtu (10/8).

Menurut Jibrael, hama yang menyerang rumput laut milik warga di wilayah itu, saat ini cukup mengkhwatirkan. Bahkan kata Jibrael, sebagian petani rumput laut di wilayah tersebut terancam gagal panen.

“Kami hanya kuatirkan dalam musim panen kali ini terjadi gagal panen,” ungkapnya.
Lebih lanjut Jibrael menjelaskan, sekitar 500 Kepala Keluarga di desa itu bermata pencaharian sebagai petani rumput laut. Bila terjadi gagal panen, lanjutnya, pihaknya akan kehilangan pendapatan.

“Sebelumnya kami di sini berprofesi sebagai nelayan. Setelah pak Ibrahim Medah mendatangkan bibit rumput laut ke sini, kamii beralih profesi menjadi petani rumput laut. Kalau sampai gagal panen, pendapatan kami pasti berkurang,” terangnya.

Diungkapkan Jibrael, pendapatan yang diperoleh pihaknya dari pekerjaan sebagai petani rumput laut bervariasi tergantung luas lahan dan perkembangan rumput laut.

“Kami biasanya panen setiap 45 hari dan langsung dijual ke pengusaha.  Kalau saya hanya memiliki 26 ikat tali rumput laut,” katanya.

Dikatakannya, dari pekerjaannya sebagai petani rumput laut cukup untuk menghidupi keluarganya.

“Hasil yang saya peroleh setiap kali panen berkisar Rp1 juta sampai Rp2 juta, itu kalau rumput laut tidak diserang hama,” terangnya.

Saat ini tambah Jibrael, harga rumput laut di wilayah itu alami peningkatan dibanding sebelumnya yakni sebesar Rp.11.500 per kilogramnya.

“Kalau sekarang pembeli sudah ada, baik yang datang dari Kupang maupun yang datang dari Ba’a,” ujarnya.

Disinggung soal perluasan lahan untuk pengembangan rumput laut, Jibrael mengungkapkan, pihaknya terkendala dengan persediaan modal.

Baca Juga :  Andre Koreh: Pembangunan Jalur Lama Ikan Foti Ditiadakan

“Kami terkendala dengan modal usaha, karena kami bekerja dengan modal sendiri tanpa ada bantuan dari pihak manapun,” ujarnya.

Ditambahkannya, semenjak mantan Bupati Kupang, Drs.Ibrahim A. Medah mengembangkan rumput laut di wilayah itu hingga saat ini belum ada sentuhan bantuan dari pemerintah.

“Awalnya dulu saat Pak.Medah menjabat Bupati Kupang beri bantuan tali dan bibit serta tali rafia kemudian kami kembangkan sendiri. Sejak saat itu sampai sekarang tidak ada bantuan dari Pemda,” pungkasnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button