Home / Sport / Ini Klarifikasi Pemkot Kupang: Bukan Pengukuran Hanya Pendataan Ulang

Ini Klarifikasi Pemkot Kupang: Bukan Pengukuran Hanya Pendataan Ulang

Bagikan Halaman ini

Share Button

Bendungan (2)1

 

Moral-politik.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang membantah bahwa, Senin (19/8) akan dilakukan pengukuran atas lahan-lahan yang direncanakan akan di bangun Bendungan Kolhua. Pemkot Kupang yang turun ke lokasi atau lahan tersebut hanya ingin melakukan pendataan ulang atas lahan-lahan  tersebut.

Melalui Asisten Pemerintahan Setda Kota Kupang, Yos Rera Beka, Senin (19/8) mengatakan, Pemkot Kupang turun ke lokasi atau lahan yang direncanakan akan dibangun Bendungan Kolhua bukan untuk dilakukan pengukuran, namun hanya untuk pendataan ulang atas lahan-lahan yang dinilai telah disepakati oleh pemilik lahan untuk dibangun Bendungan Kolhua.

“Pemerintah Kota Kupang datang langsung ke lokasi atau lahan hanya untuk lakukan pendataan ulang, bukan untuk dilakukan pengukuran atas lahan-lahan itu. Ini bukan pengkuran tapi pendataan ulang,“ kata Yos.

Dia mengatakan, sebagian besar, sekitar 80 persen warga Kolhua telah menyetujui untuk pembangunan lahan Bendungan Kolhua, sehingga dilakukan pendataan ulang, bukan pengukuran untuk diketahui batas-batas lahan        secara pasti, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.

Menurutnya, untuk saat ini masih dalam tahap pendataan ulang oleh Pemkot Kupang, bukan langsung dilakukan pengukuran. Selain itu, ini merupakan proyek pusat yang dananya digelontorkan oleh pemerintah pusat, bukan proyeknya Pemkot Kupang. Pemkot Kupang hanya membantu melakukan pengawasan dan pendataan terhadap lahan.

Saat ditanya soal penolakan warga, Yos mengatakan Pemkot Kupang akan melakukan pendekatan ulang untuk mencari jalan terbaik guna kepentingan umum. Untuk itu Pemkot Kupang akan kembali berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar yang terbaik, demi kelangsungan pembangunan Bendungan Kolhua.
Pernyataan Rera Beka, berbeda jauh dengan penyataan masyarakat  Kolhua.

Bimusu, salah satu warga Kolhua yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, sesuai informasi yang diperoleh warga Kolhua, Pemkot Kupang akan melakukan pengukuran bukan pendataan atas lahan tersebut. Dan soal pernyataan Rera Beka bahwa 80 persen warga telah  menyetujui lahan untuk dibangun Bendungan, hanyalah tipuan belaka.

Baca Juga :  Mobil Pol PP Kota Kupang Dilempari Pendemo

“Itu tipuan atau akal-akalan Pemkot Kupang, karena selama ini warga tak pernah menyetujui adanya pembangunan Bendungan Kolhua, sehingga Pemkot menyatakan bahwa sudah 80 persen menyetujui lahan untuk pembangunan tipuan,” tukas dia.

Dikatakannya, meskipun hanya dilakukan pendataan, warga tetap menolak hal itu, karena seluruh warga yang memiliki lahan menolak hal itu, apalagi dilakukan pengukuran atas lahan. Warga akan berjuang secara habis-habisan untuk menolak pembangunan Bendungan Kolhua di atas lahan mereka.

“Kami akan berjuang dengan cara kami sendiri, meskipun nyawa kami jadi taruhannya. Jika memang pemerintah menghendaki itu maka akan terjadi pertumpahan darah atas lahan-lahan kami, karena lahan itu adalah sumber mata pencaharian warga,“ katanya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button