Home / Opini / Jeny Liunome: Tes Keperawan Bunuh Karakter Siswi

Jeny Liunome: Tes Keperawan Bunuh Karakter Siswi

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSCF1076[1]

Moral-politik.com. Rencana Tes Keperawanan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Prabumuli, Sumatera Selatan menuai protes dari berbagai kalangan, baik itu dari Sabang hingga ke Merauke, sebagai konsekuensi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jeny Liunome, mahasiswi Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta,  tegas-tegas mengatakan bahwa Tes Keperawanan bukan solusi untuk meredam perlakuan seks bebas oleh para siswa/i.

Menurut dia, Tes Keperawanan baik adanya, namun tidak serta merta dilakukan kepada para siswi, karena kegiatan tersebut akan membunuh karakter siswi.

“Mereka itu wanita, dan tes semacam itu akan membunuh karakter mereka. Siswi akan malu kalau setelah tes ternyata tak perawan lagi,” kata dia.

Untuk redam perlakuan seks bebas para siswi, lanjut dia, bukan dengan cara Tes  Keperawanan. Carilah solusi cerdas lainnya supaya Siswi tidak tergoda dengan rayuan-rayuan maut para pria sehingga keperawanannya terenggut.

Liunome yang kini melakukan praktek pada Dinas Pariwisata Kupang ini juga mejelaskan, Tes Keperawanan yang dilakukan akan membatasi keinginan anak-anak untuk melanjutkan sekolah.

“Enak saja, milik paling berharga dikasih lihat dan dipegang orang lain yang tak berkompoten soal hal-hal mendasar manusiawi,” keluhnya.

Dia menganjurkan, agar Pemkot Prabumuli memberikan arahan kepada siswa tentang sisi negatif dari hubungan seks di luar nikah.

“Lebih baik memberikan arahan kepada mereka, daripada tes-tes dunia kewanitaan yang paling berharga dan sensitif itu,” simpulnya. (Ikzan)

Baca Juga :  Opini: Pemimpin peka dan prihatin dengan realitas rakyat

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button