Home / Gosip / Kabupaten Kupang dan Pilkada 5 September 2013

Kabupaten Kupang dan Pilkada 5 September 2013

Bagikan Halaman ini

Share Button

90

 

Moral-politik.com. TELAH banyak sejarah yang berhasil diurai, bahkan diukir oleh Kabupaten Kupang semenjak berdirinya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya 20 Desember 1958.

Sebagaimana awal, Kabupaten Kupang memiliki wilayah sangat luas, dan karena kantor Pemerintah Provinsi NTT didirikan dalam wilayah Kabupaten Kupang, maka Kabupaten Kupang diberi penghargaan sebagai Ibukota Provinsi NTT.

Sebagai Ibukota Provinsi NTT, Kabupaten Kupang mempunyai peran yang sangat strategis dan boleh dibilang sangat menentukan keberlangsungan dan keberhasilan kegiatan-kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di negeri 566 buah pulau ini.

Konsekuensi logis dari posisi Kabupaten Kupang yang sangat strategis tersebut, maka suka atau tak suka selalu dijadikan barometer penilaian masyarakat. Pendek kata, jika ingin melakukan penilaian terhadap Provinsi NTT, potret saja pemerintahannya (Baca: Pemerintah Kabupaten Kupang, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kupang), potret juga keadaan masyarakatnya  dalam berbagai aspek sesuai dengan sudut pandang masing-masing.

Lama kelamaan, sesuai tuntutan pendekatan pelayanan kepada masyarakat agar cepat memenuhi amanat Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, dilahirkanlah Kota Administratip Kupang yang dipimpin oleh Walikota Administratip.

Konsekuensi hadirnya Kota Administratip Kupang, satu hal yang paling mencolok adalah wilayah administrasi Kota Administratip Kupang dijadikan sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Roda dunia terus berputar. Jikalau kita tak berbuat sesuatu hal berarti bagi diri sendiri maupun bangsa dan negara, bisa dikatakan bahwa perputaran roda dunia  lebih cepat dari semilir angin yang menyapu-nyapu helai demi helai rambut manusia.

Secara mengejutkan, datanglah Era Reformasi, menggeser kemapanan Era Orde Baru yang lahir pasca ditumpasnya G-30S/PKI.

Kota Administratip Kupang ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Kupang. Wilayah Pembantu Bupati Kupang di Rote dimekarkan menjadi Kabupaten Rote Ndao, dan terakhir wilayah Kecamatan di Pulau Sabu dimekarkan menjadi Kabupaten Sabu Raijua.

Baca Juga :  Wao, Ternyata Ngarjo Punya 9 Istri dan Tinggal se Rumah

Sebagai Ayah sekaligus Ibu yang berhasil melahirkan 3 (tiga) putra elok, secara jantan  dan penuh kesatria, pusat pemerintahan Kabupaten Kupang harus bergeser ke lokasi wilayah kepemerintahannya, tepatnya di Oelmasi.

Di Oelmasi sana, dibangunlah puluhan kantor nan indah megah dipandang mata. Maksudnya supaya pemerintah Kabupaten Kupang dapat lebih fokus bekerja dan melayani masyarakat yang jumlahnya telah berkurang cukup banyak itu.

Dalam sudut pandang ini, dan dengan ditopang otonomisasi daerah serta kucuran dana yang cukup signifikan (jika dibandingkan dengan era dulu), sangatlah wajar jika impian kesejahteraan rakyat itu tak berada jauh di pelupuk mata masyarakat.

Sudut Pandang Demokrasi
Demokrasi adalah sebuah tuntutan masyarakat akan peran aktifnya di dunia politik. Bahkan secara ekstrim, bangsa-bangsa beradab di kolong langit ini bilang, semakin beradabnya suatu daerah atau negara, tercermin dari sikap dan peran perpolitikan masyarakatnya.

Mendiskursuskan soal ini, ada dua institusi yang kita bidik sebagai penanggungjawab moral untuk bikin masyarakat melek demokrasi, yaitu Pemerintah Kabupaten Kupang, dan Partai Politik.

Satu, Pemerintah Kabupaten Kupang. Tugas Pemerintah Kabupaten Kupang adalah mencerdaskan masyarakat yang dipimpinnya sehingga memahami apa itu demokrasi, apa itu politik, dan apa yang seyogyanya dilakukan oleh masyarakatnya? Dalam konsep yang sangat sederhana adalah, masyarakat dibimbing untuk bernyali mepraktekkan prinsip-prinsip demokrasi, semisal diberikan kesempatan untuk langsung memilih Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa tanpa intervensi dari pemerintah. Untuk masuk dalam prakteknya, masyarakat perlu dibekali dengan gambaran-gambaran soal ciri seorang pemimpin yang baik, bagaimana wawasan masyarakat untuk menentukan pilihannya sehingga tak tergoda dan terjebak dalam arus permainan pengkotak-kotakkan berdasarkan kepentingan-kepentingan (suku, ras, agama, dan kelompok kepentingan), dan bagaimanakah caranya supaya masyarakat  tak terjebak dalam money politic (politik uang).

Baca Juga :  Pria 28 Tahun Ini Cekik dan Perkosa Teman Sekantor di Toilet !!

Dua, Partai Politik. Peran Partai Politik (Parpol) dalam konteks pendemokrasian bangsa sangatlah besar. Tugas besar yang diberikan oleh konstitusi kepada Parpol adalah pembinaan politik kepada masyarakat (lihat Pasal 10 UU No.2 Tahun 2008 tentang Parpol), sehingga tahu akan hak dan kewajibannya serta cerdas untuk menentukan pilihannya. Sesungguhnya, tugas pembinaan yang dibebankan kepada Parpol ini belum berjalan sebagaimana harapan. Praktek menunjukkan, masyarakat cenderung dieksploitasi untuk kepentingan sesaatnya Parpol. Bila sudah selesai, masyarakat ditinggalkan, dan baru muncul kembali setelah ada perhelatan politik, semisal Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Sudah tentu akan menjadi kendala besar bagi masyarakat perdesaan karena jauh dari sentuhan media komunikasi, keuntungan bagi masyarakat perkotaan yang tanpa dicerdaskan wawasan perpolitikannya, tapi bisa mendengar siaran TV, siaran Radio, baca internet dan media cetak.

Pentingnya Bupati dan Wakil Bupati Kupang
Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menggariskan, bahwa tugas Bupati sebagai Kepala Daerah adalah memimpin daerah dan menyelenggarakan pemerintahan daerah. Sedangkan tugas Wakil Bupati antara lain membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah, membantu kepala daerah dalam mengkoordinasikan  kegiatan instansi vertikal di daerah, menindaklanjuti laporan dan/atau temuan hasil pengawasan aparat pengawasan, melaksanakan pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta mengupayakan pengembangan dan pelestarian sosial budaya dan lingkungan hidup.

Melihat banyaknya tugas yang diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tersebut, maka sosok seorang Bupati dan Wakil Bupati adalah manusia cerdas yang mampu menjalankan amanat Undang Undang, mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat dan mewujudnyatakannya secara bertanggungjawab dan berkelangsungan. Hal terpenting lain dari sosok Bupati dan Wakil Bupati adalah bisa berdiri di tengah-tengah semua unsur masyarakat, berani berantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dan memelihara serta memupuk persatuan dan kesatuan warga masyarakat yang dipimpinnya, sehingga tercipta harmonisasi hidup antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan hidup, dan paling penting adalah antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga :  Inikah Artis Cantik Penyebab Jolie Ingin Ceraikan Brad Pitt?

Sebegitu pentingnya Bupati dan Wakil Bupati Kupang, maka pesan moral yang mau saya tawarkan kepada sidang pembaca masyarakat Kabupaten Kupang, dalam konteks Pilkada Kupang pada tanggal 5 September 2013 adalah:
1.    Bersihkan diri dari semua kecurigaan atau pandangan buruk terhadap orang lain, terutama 7 Paket yang kini sedang berlaga;
2.    Lihatlah kecakapan memimpin;
3.    Bagaimanakah integritas atau kepribadian dirinya;
4.    Bagaimanakah komitmennya dengan visi, misi, program dan strategi pembangunan lima tahun ke depan yang ditawarkannya;
5.    Bagaimanakah iman dan kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa?

Lalu, hal tak kalah pentingnya adalah pilihlah Paket Calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2013-2018 sesuai hati nuranimu, jangan tergiur dengan tawaran-tawaran politik atau pun money politic.

Ingat, sekali Anda mencoblos tapi Anda telah menyerahkan selama lima tahun nasib pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan Kabupaten Kupang ke tangan mereka.

Akhir kata, mari berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), ajaklah isteri, anak-anak, sahabat, keluarga, tetangga untuk ikut Anda. Coblos sesuai hati nurani. Jangan GOLPUT. Jagalah keamanan dan ketertiban masyarakat demi stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.

Selamat memilih, Tuhan beserta Anda!

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button