Home / Pena_VJB / Kabupaten Rote Ndao Sangat Kekurangan Guru Agama Katolik

Kabupaten Rote Ndao Sangat Kekurangan Guru Agama Katolik

Bagikan Halaman ini

Share Button

45

 

 

Moral-politik.com. Hingga saat ini di Kabupaten Rote Ndao mengalami banyak kekurangan Guru Agama Katolik.

Pantauan Moral-politik.com menunjukkan, masih banyak sekali sekolah di Kabupaten Rote Ndao tak memiliki Guru Agama Katolik, padahal ada siswa beragama Katolik.

Di SMAN I Lobalain dan SDI 1 Ba’a, dua sekolah yang berada di pusat Ibukota Kabupaten Rote Ndao saja tidak ada guru agama katolik.

Hal itu semakin terkuak ketika Tim Tujuh Pendataan Pendidikan Agama Katolik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao melakukan pendataan di wilayah Kabupaten Rote Ndao, belum lama ini.

Kepala Kantor Agama yang berhasil dikonfirmasi Moral-politik.com di ruang kerjanya, Selasa (27/8) mengungkapkan, berdasar informasi yang diperolehnya dari tim pendataan, sejumlah kepala sekolah keluhkan tidak adanya Guru Agama Katolik.

Kepala Sekolah SD I I Ba’a, Melki Seubelan kepada tim pendataan mengharapkan agar Kantor Kementerian Agama dapat menyediakan seorang guru agama katolik untuk sekolah itu.

“Kami sangat mengharapkan kantor agama menyediakan guru agama katolik untuk kami,” harap Mikhael, menirukan keluhan Melki.

Menurutnya, akibat ketiadaan guru agama katolik di SD I I Ba’a menyebabkan 20 orang siswa yang beragama katolik di sekolah tersebut tidak dapat menerima pelajaran agama katolik.

Persoalan yang sama, lanjut Mikhael, terjadi di SMPN I Rote Barat Laut. Menurutnya, untuk menutupi kekurangan guru, Kepala Sekolah SMPN I Rote Barat Laut, Paulus Soleman Foes mengambil kebijakan dengan menugaskan salah satu gurunya yang kebetulan beragama katolik untuk membimbing anak-anak siswa katolik.

“Di sana Kepseknya menugaskan salah seorang gurunya yang kebetulan beragama katolik untuk mendampingi anak-anak katolik meskipun yang bersangkutan bukan guru pendidikan agama katolik,” terangnya.

Ditambahkannya, pendataan yang dilakukan pihaknya dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat dan valid soal sebaran guru agama katolik pada 10 Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga :  Bawaslu NTT: Dugaan Politik Uang di TTS & Flotim Sudah di Kepolisian

Selain mendapatkan data yang akurat sebaran guru agama katolik, kata Mikhael, dalam kegiatan itu juga dilakukan pendataan jumlah siswa dari jenjang pendidikanTaman Kanak Kanak (TKK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas hingga perguruan tinggi.

Disebutkannya, tim tujuh yang terlibat dalam proses pendataan tersebut diantaranya Mikael Nino,  Adrianus Adi, Yosef A. Babaputra, Rikardus Raru, Nelciana M. Kase, dan David Diaz dan Jovin Mbalu. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button