Home / Pena_VJB / Kasus Dugaan Korupsi TVRI Kupang dalam Pemberkasan

Kasus Dugaan Korupsi TVRI Kupang dalam Pemberkasan

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

Moral-politik.com. Hingga saat ini kasus dugaan korupsi dana operasional penyiaran pada Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kupang tahun anggaran 2009, 2010 dan 2011 senilai Rp 6 miliar masih dalam proses pemberkasan oleh jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, kepada Moral-politik.com di ruang kerjanya, Kamis (29/8/2013).

“Hingga saat ini kasus dugaan korupsi tersebut masih dalam proses pemberkasan oleh jaksa penyidik Kejati NTT, sehingga berkasnya belum bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” katanya.

Dia mengatakan, terkait dengan penyerahan berkas ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk segera diproses hukum, belum bisa dipastikan waktunya kapan, namun pihaknya akan berupaya untuk secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Sejauh ini, katanya, jaksa penyidik telah berupaya keras untuk segera melakukan pemberkasan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Mengenai hasil audit yang dilakukan BPKP perwakilan NTT, Sihite menjelaskan, hasil auditnya sementara dilakukan oleh BPKP perwakilan NTT, namun dirinya belum melakukan pengecekan pada jaksa apakah telah diterima dari BPKP perwakilan NTT atau belum.

Sebelumnya diberikanan, Mantan Kepala Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kupang, Yani Yosep akhirnya ditahan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT)  akibat terlibat kasus dugaan korupsi dana operasional penyiaran tahun anggaran 2009, 2010 dan 2011 senilai Rp 6 miliar.

Sebelum ditahan, Yani Yosep diperiksa oleh Jaksa Penyidik, Yoni Malaka di ruang kerjanya selama 2 jam. Yani Yosep didampingi kuasa hukumnya Stef Matutina. Yani Yosep digiring menggunakan mobil dinas Kejati NTT untuk diantar ke Rutang Klas IIB Kupang untuk menjalani penahan.

Selain Yani Yosep, tersangka lainnya yakni Thidores Duparlila selaku bendahara pada TVRI Kupang turut ditahan Kejati NTT, karena dinilai terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana operasional penyiaran tahun anggaran 2009, 2010, dan 2011 sebesar Rp 6 miliar.

Baca Juga :  Kelimutu Telah Normal, Pemerintah Diminta Ijinkan Wisatawan

Stef Matutina selaku kausa hukum dari Yani Yosep kepada Moral-politik.com mengatakan, terkait dengan penahanan terhadap tersangka merupakan kewenangan Jaksa dengan alasan agar tersangka tidak bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti.

Dia berharap agar proses hukum ini dapat cepat berjalan sehingga tersangka bisa mengetahui letak kesalahannya dalam kasus ini. Dia juga meminta agar Jaksa lebih aktif bekerja agar kasus ini secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Selain itu, katanya, berkaitan dengan penahanan tersangka, dirinya akan berkonsultasi dengan pihak keluarga apakah akan mengajukan permohonan penahan atau tidak terhadap tersangka. Permohonan penahanan itu kemungkinan besar akan segera dikirim ke Kejati NTT. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button