Home / Sport / Kasus Perpipaan di Semau, Kejari Kupang Tunggu Hasil Audit BPKP NTT

Kasus Perpipaan di Semau, Kejari Kupang Tunggu Hasil Audit BPKP NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

3
foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com.  Hingga saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Pipa di Desa Semau, Kabupaten Kupang.

Kasi Pidsus Kejari Kupang, Tedjo Sunarno kepada Moral-politik.com, Senin (26/8/2013) mengatakan, hingga saat Kejari Kupang amsih menunggu hasil perhitungan BPKP  perwakilan NTT terkait kasus dugaan korupsi Pengadaan Pipa di Desa Semau, Kabupaten Kupang.

Dia menjelaskan, saat ini hasil investigasi dari Polteknik Negeri Kupang telah diserahkan ke BPKP Perwakilan NTT untuk melakukan perhitungan kerugian negara, karena sejauh ini pihak BPKP Perwakilan NTT hanya menunggu hasil tersebut, dan itu telah diserahkan ke BPKP Perwakilan NTT.

Untuk itu,  katanya, pihak Kejari Kupang hanya tinggal menunggu hasil perhitunagn kerugian negara dari BPKP perwakilan NTT terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pipa di Desa Semau, Kabupaten Kupang. Untuk saat ini Kejari Kupang telah menetapkan dua orang TSK dalam kasus ini yakni kontraktor dan sala satu PNS pada Dinas PU Kabupaten Kupang.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang segera menetapkan tersangka (TSK) kasus dugaan korupsi pengadaan pipa di PulauSemau, setelah Politeknik Negeri Kupang usai melakukan pemeriksaan di pulau Semau.

Kasi Pidsus Kejari Kupang, Tedjo Sunarno, Selasa (13/8) mengatakan, Kejari Kupang akan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pipa di Pulau Semau, Kabupaten Kupang tahun anggaran 2010.

Dia mengatakan, sesuai hasil yang diperoleh dari tim teknis Polteknik Negeri Kupang, dijelaskan bahwa seluruh pipa yang digunakan tidak sesuai dengan spek dan sebagian besar pipa yang dipasang tidak bisa lagi digunakan, serta sebagian besar telah mengalami kerusakan berat.

Baca Juga :  PT ISO Akan Bangun PLTS di KI Bolok

Dia juga menjelaskan,  pipa-pipa yang digunakan tidak sesuai dengan spek. Selain itu kontraktor yang mengerjakan mengubah besarnya pipa, yang mana tidak sesuai dalam kontrakl kerja. Selain itu kontraktor juga memotong pipa yang digunakan agar merubah ipipa yang ada.

Untuk diketahui, kasus pengadaan pipa di Pulau Semau melalui proyek yang diselenggarakan Dinas PU Provinsi NTT tahun anggaran 2010. Saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi. Kejari Kupang mengatakan, saat ini  dalam tahap penyidikan berupa mengumpulkan bahan sebagai bukti dan mencari titik terang oknum-oknum terkait yang menjadi tersangka.

Sebelumnya, mantan Kajari Kupang, Risma Lada mengatakan,  total jumlah kerugian negara yang diduga belum dapat dipastikan karena masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button