Home / Sport / Kasus SLBN, Permintaan Bupati Manggarai Timur Ditolak JPU

Kasus SLBN, Permintaan Bupati Manggarai Timur Ditolak JPU

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

foto: bupati manggarai timur mengenakan hem putih

 

 

Moral-politik.com. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erwin dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Rabu (31/7) mengatakan, proyek pembangunan  gedung Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Borong, Kabupaten Manggarai Tahun 2011 terkait pencairan dana dilakukan tidak sesuai dengan proposal.

Selain itu juga, pembangunan gedung Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Borong, Kabupaten Manggarai Tahun 2011  tidak sesuai dengan proposal yang telah disepakati bersama. Sidang kasus korupsi itu digelar di Pengadilan Tipikor, Kupang.

Sidang perdana kasus itu menghadirkan empat terdakwa yakni Ferdinandus Jerau (Ketua komite sekolah), Damasus Damai (Staf Dinas PPO, yang juga bendahara komite), Vitus Akong (Ketua pelaksana), dan Petrus Paulus Syukur (Konsultan pengawas).

Dalam berkas dakwaan, keempat terdakwa didakwa oleh JPU menggunakan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK), juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Dakwaan dibacakan secara bergantian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erwin  dan Kadek. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim  I B Dwiyantara didampingi dua hakim anggotanya masing-masing, Agus Komarudin dan Hartono.

Dalam dakwaan disebutkan, pembangunan gedung SLBN Borong seharusnya dilakukan secara swakelola dengan melibatkan warga di lokasi pembangunan, namun pada kenyataannya dikerjakan oleh Ketua Komite SLBN Ferdinandus Jerau.

Dalam pelaksanaan, proyek pembangunan gedung SLBN ini dilakukan perubahan rancangan anggaran belanja (RAB) dan gambar oleh Petrus Paulus Syukur selaku konsultan perencana tanpa persetujuan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT dan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) selaku pengguna anggaran.

Pencairan dana pembangunan gedung SLBN juga dilakukan tidak sesuai dengan proposal dari Kemendiknas. Pencairan dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pertama 50 persen senilai Rp 600 juta dan tahap kedua 50 persen senilai Rp 600 juta dengan total dana Rp 1,2 miliar.

Baca Juga :  Hari Ini 5 Kabupaten di NTT Gelar Pilkada

Pelaksanaan pembangunan gedung SLBN terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Seharusnya pekerjaan diselesaikan pada akhir 2011 tapi kenyataannya baru diselesaikan pada Juni 2012.

Untuk diketahui, berkas perkara pembangunan SLBN Borong, Manggarai Timur dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang oleh Kejaksaan Negeri Ruteng sejak Selasa (23/7). Para terdakwa kini ditahan di Lapas Penfui Kupang sejak dua pekan silam.

Dalam kasus ini, Bupati Manggarai Timur, Yosep Tote telah mengajukan penangguhan penahanan terdakwa Ferdinandus Jerau yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom, namun tidak dikabulkan. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur beralasan masih membutuhkan tenaga Ferdinandus untuk urusan dinas. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button