Home / Sport / Kejari Ba’a Tetapkan HL Jadi Buronan

Kejari Ba’a Tetapkan HL Jadi Buronan

Bagikan Halaman ini

Share Button

6foto: ilustrasi

Moral-politik.com. Setelah tiga kali dilakukan pemanggilan dan tidak pernah dipenuhi, terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tulandale, ditetapkan sebagai buron oleh Kejaksaan Negeri Ba’a.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada melalui Kasie Pidsus Kejari Ba’a, Edy Sinaga kepada Moral-politik.com, Kamis (28/8).

Penetapan HL sebagai tersangka, kata Sinaga, menyusul setelah pihaknya menerima surat putusan Mahkamah Agung (MA) agar yang bersangkutan kembali melanjutkan masa tahanannya.
Namun tiga kali dilakukan pemanggilan oleh pihaknya, yang bersangkutan tetap memenuhinya.

“Kami nyatakan Hanok Lenggu, SH resmi menjadi buronan kami,” tandasnya.
Seluruh pihak dihimbaunya agar melaporkan ke pihaknya bila mengetahui keberadaan Hanok Lenggu, SH.
“Apabila ada yang mengetahui keberadaannya harap segera dilaporkan kepada kami supaya kami menjemputnya secara Paksa. Kami sangat mengaharapkan agar tersangka mau menyerahkan diri secara baik namun jika tidak juga maka kami juga tidak diam begitu saja!” tegasnya.
Sesuai jadwal, kata Edy, semestinya Hanok Lenggu, SH diserahkan bersama lima tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi di wilayah Kabupaten Rote Ndao yakni Panitia PHO Kasus Dugaan Korupsi Dana Sumur Bor pada Dinas Pertambanagan Kabupaten Rote Ndao, Yusup Pandie Cs, PJOK pada kasus dugaan korupsi PLTS, Alfons Saek dan mantan Kadis Pariwisata, Yersy Weltri Mesakh ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Rabu (28/8) siang.

“Ada empat orang tersangka baru dan satu orang tersangka yang di tahan berdasarkan surat dari MA,” terangnya.

Pernah diberitakan, Kejaksaan Negeri Ba’a bakal menjemput paksa terdakwa kasus dugaan korupsi proyek perluasan Pangkal Pendaratan Ikan Tulandale, Hanok Lenggu dan mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabpaten Rote Ndao, Jersey Mesak bila tidak memenuhi panggilan pihaknya.

Baca Juga :  CINAPS: Lobi OPM di Dunia Internasional Harus Diawasi Intelejen

Penegasan itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, SH, MH melalui Kasie Pidsus Kejari Ba’a, Edy Sinaga kepada wartawan di kantor Kejari Ba’a.

Sinaga mengatakan, terdakwa Hanok Lenggu kembali menjalani masa tahanan sesuai surat Penetapan penahanan Majelis Hakim MA terhadap terdakwa Hanok Lenggu tanggal 09 Juli 2013 Nomor 1907/2013/s.652/Tah.sus/PP/2013/MA.

“Sesuai surat perintah yang dikeluarkan MA, kami sudah menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku dengan cara memberikan surat panggilan kepada yang bersangkutan dan terhitung sudah tiga kali kami layangkan surat panggilan kepada terdakwa. Surat panggilan yang ketiga, kami sudah serahkan. Setelah ada surat ketiga tersebut diharapkan agar yang bersangkutan segera mengahadap pada  27 Agustus 2013 nanti,” tandas Sinaga.

Menurutnya, bila hingga batas waktu yang ditetapkan yang bersangkutan tidak mengahadap akan dilakukan penjemputan paksa.

“Intinya kami sudah tiga kali layangkan panggilan, kalau tidak menghadap kami akan menjemput secara paksa. Kalau dia terus bersembunyi akan menjadi buronan kami!” tegasnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button