Home / Sport / Kejari Soe Segera Limpahkan Kasus Korupsi Pembangunan Sekolah

Kejari Soe Segera Limpahkan Kasus Korupsi Pembangunan Sekolah

Bagikan Halaman ini

Share Button

Anton Londa, SH 2

 

Moral-politik.com. Rencana Kejaksaan Negeri (Kejari) Soe akan melimpahkan kasus dugaan korupsi  pembangunan gedung sekolah Ube Kaka di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) tahun anggaran 2012 dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang pada, Rabu (21/8) mendatang.

Kasi Pidsus Kejari Soe, Anton Londa, Rabu (14/8) mengatakan Kejaksaan Negeri Kupang pada, Rabu (21/8) mendatang berencana akan melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung sekolah di Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) dengan tersangka, Marthinus Takaen selaku kepala sekolah.

“Rencananya Kejaksaan Negeri (Kejari) Soe akan melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung sekolah Ube Kaka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, pada Rabu (21/8) mendatang, “ katanya.

Dia mengatakan, dalam pelimpahan itu Kejari Soe akan melimpahkan seluruh berkas kasus dugaan korupsi pembangunan gedung sekolah Ube Kaka bersama tersangka Marthinus Takaen selaku kepsek dan baranga bukti lainnya.

Dijelaskannya, tersangka setelah dilakukan pelimpahan berkas ke PengadilanTipikor Kupang, langsung akan diserahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1A Kupang untuk dilakukan pernahanan terhadap tersangka, untuk mempermudah pihak Jaksa saat melakukan sidang di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Setelah kami limpahkan seluruh berkas di Pengadilan Tipikor Kupang, kami langsung bawa tersangka ke Rutan Kals 1A Kupang untuk ditahan disana, supaya mempermudah kami jaksa saat sidang,“ katanya.

Sebelumnya diberitakan,  Marthinus Takaen, Kepala Sekolah Ube Kaka, Kabupaten TTS, tersandung kasus dugaan korupsi pembangunan gedung sekolah, pembangunan pagar, lapangan dan perpustakaan tahun anggaran 2012 sebesar Rp 2 miliar.

Dia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan pagar, sekolah, perpustakaan dan lapangan belum juga diselesaikan oleh tersangka, namun anggaran sebesar Rp 2 miliar yang berasal dari pusat telah habis dipergunakan oleh tersangka.

Baca Juga :  Kabupaten Rote Ndao dapat tambahan 27 Kube

Londa mengatakan, berkaitan dengan pembangunan gedung dan yang lainnya, telah diperiksa oleh Kejari Soe dan Dinas PPO Kabupaten TTS, namun hingga saat ini gedung tersebut belum selesai dikerjakan oleh tersangka, pekerjaan tersebut dikerjakan secara swakelola namun dalam proyek itu tersangka yang langsung mengelolanya.

Menurut dia, hingga saat ini tersangka tidak mampu mempertanggungjawabkan pembangunan gedung tersebut dan aliran dana yang digunakan oleh dirinya dalam membangun sekolah tersebut.

Terkait aliran dana tersebut, tersangka melakukan pencairan sendiri dan tidak memiliki bukti kuat terkait pencairan uang tersebut.

“Dalam kasus tersebut bukan saja Kepsek Ube Kaka yang ditahan Kejari Soe, namun Kejari Soe juga turut menahan bendahara sekolah yakni Saul Laka. Akibat perbuatan kedua tersangka, negara mengalami kerugian hingga Rp 300 juta,” akhirnya.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button