Home / Pena_VJB / Ketua MUI NTT: Hindari Monay Politic, Terima Pilihan Tuhan!

Ketua MUI NTT: Hindari Monay Politic, Terima Pilihan Tuhan!

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

Moral-politik.com. Gong Pilkada Kabupaten Kupang telah ditabuh, para elit politik yang bertarung sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati mulai beraksi strategi masing-masing, untuk meraih hati rakyat Kabupaten Kupang.

Banyak starategi yang dipakai oleh para kandidat, bahkan  cara-cara yang tidak wajar pun dilakukan, yang terpenting berhasil jadi pemenang.

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh para kandidat pada perhelatan politik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diantanya, Monay Polytic (Politik Uang), saling mencela antar pasangan, dan kebiasaan buruk lainnya, dan ini   selalu bikin cemas para pemuka agama di NTT,  karena perilaku tersebut  bisa menimbulkan perpecahan antarsesama warga masyarakat.

Untuk itu mereka menghimbau kepada para calon bupati dan wakil bupati Kupang agar dapat menjalani semua proses Pilkada Kabupaten Kupang dengan aman dan damai.

Selain itu, para tokoh agama juga menghimbau masyarakat Kabupaten Kupang agar tidak cepat terpancing dengan isu yang beredar, atau sengaja dihembuskan demi suatu target tertentu.

Adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT ketika ditemui di Ramayana Mall Kupang, menghimbau agar Tujuh Calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang yang sekarang sedang “bertarung” itu tidak  mempraktekkan Politik Uang maupun cara-cara kotor lainnya untuk meraih kenangan.

“Jangan gunakan cara-cara yang tidak baik untuk jadi pemenang, apalagi Monay Politic,” himbau Makarim.

Perbuatan Monay politic, lanjut dia, merupakan perbuatan yang haram dan dilarang oleh seluruh agama, dan siapa pun yang melakukan praktek tersebut dinilai tidak bermoral. Ia menambahkan, MUI saat ini telah mengeluarkan Fatwa bahwa praktek Monay Politic haram hukumnya, karena menurutnya, Monay P0litic itu merupakan perbuatan yang dimurkai Tuhan.

Makarim meminta agar Masyarakat Kabupaten Kupang  tidak tergiur dengan janji-janji politik, juga praktek suap yang bisa dilakukan oleh kandidat. Pasalnya, banyak janji-janji yang sampai saat ini belum juga terealisasi.

Baca Juga :  Kristo Blasin: Hasil Pleno 10 Kabupaten Frenly Unggul

Masyarakat Kabupaten Kupang, kata Makarim, harus pandai memilih sehingga pemimpin yang dipercaya dapat membawa perubahan yang signifikan selama masa kepemimpinan itu.

Ia menambahkan, masyarakat Kabupaten Kupang harus siap menerima  siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Bupati Dan wakil Bupati Kabupaten Kupang, sebab itu adalah pilihan dari Tuhan.

“Siapa pun yang jadi pemenang itu adalah pilihan Tuhan! Jadi semua masyarakat Kabupaten Kupang harus menerima pemberian dari Tuhan itu,” imbuhnya.

Ia mengharapkan, pada Pilkada Kabupaten Kupang yang akan digelar Agustus mendatang dapat berjalan dengan aman dan damai, sehingga tidak ada perpecahan diantara masyarakat.

“Saya harap Pilkada Kabupaten Kupang dapat berjalan dengan aman dana damai,“ ujarnya.

Ketua MUI NTT ini juga menghimbau agar seluruh pemimpin agama dapat memberi penjelasan dan bimbingan kepada umat masing-masing. Menurut dia, suapaya pilkada berlangsung aman dan damai, peran pemimpin agama sangatlah penting.

“Pemimpin agama punya peran penting dalam membawa perdamaian!” tutur Ketua MUI NTT. (ikzan)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button