Home / Pena_VJB / Kisah Si Erri, PSK di Kabupaten Belu

Kisah Si Erri, PSK di Kabupaten Belu

Bagikan Halaman ini

Share Button

Rumah yang pakai PSK Sesekoe

                                                                                foto: lokasi psk di atambua

 

Moral-politik.com. Percaya atau tidak ada lokalisasi  untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Timor Leste itu?

Jika tidak atau belum percaya, inilah laporan Wartawan Moral-politik.com yang berhasil menerobos masuk dengan berkedok sebagai pelanggan—sekaligus mengecoh sejumlah body guard yang selalu sigap menerima tamu yang ingin mencari kepuasan daging sesaat itu.

Erri, salah satu Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditemui di lokasi PSK Kampung Jati, Sesekoe, Atambua, Senin sore (26/8/2013) menuturkan, tak pernah terpikirkan olehnya sampai menjajakan tubuhnya kepada lelaki hidung belang.

“Semenjak suami tinggalkan saya, saya rela melakukan hal tersebut untuk membesarkan kedua anak, yang hingga kini sedang menempuh pendidikan di salah satu SMP di Atambua,” bukanya.

Ketika ingin memotret dirinya, dia menepis dengan alasan situasinya tak memungkinkan.

Bermodalkan pendekatan Rokok Sampoerna, Erri pun memuntahkan tabir lainnya. Dijelaskannya, setiap pelanggan dikenakan tarif RP 50.000,- untuk sekali main.

“Sudah memasuki tahun kedua ini saya berprofesi begini. Pada tahun pertama, ada rasa malu karena kebanyakan pelanggan yang datang  mengenal saya,”  jujurnya.

Dia mengakui, pada saat-saat awal dirinya sempat ditegur oleh beberapa pelanggan agar berhenti dari dunia PSK dan mencari kerja yang halal, tetapi dirinya menolak mentah-mentah ajakan tersebut.

“Di sini saya mampu mengantongi uang sebesar RP 500.000,-  per hari,” tambahnya.

Untuk apa saja uang tersebut? Menurut dia, uang itu untuk membiayai kebutuhan kedua anaknya, sekaligus membayar kontrakan rumah yang berada di bilangan Atambua.

“Pelanggan saya itu kebanyakan oknum PNS, TNI, Polri, Pengojek, Tukang, Sopir, dan sebagiannya, juga Pelajar dan Mahasiswa,” katanya, pasti.

Baca Juga :  JK Pantas Sebagai Duta Pembangunan Kawasan Perbatasan NTT

Adakah pengalaman yang membekas hingga ketika kini? Dengan keberanian, kejujuran dan sembari menumpahkan airmata dirinya menjawab, pengalaman yang masih membekas yaitu ketika saya  menerima salah satu saudara sepupu yang datang sebagai tamu.

“Saudara sepupu saya itu tidak tahu kalau saya yang menerima dia. Sehabis melakukan hubungan seks dia  membayar, dan di situlah dia tahu saya. Dia terpukul sekali dan saya hanya bisa menangis saja di dalam kamar itu,”  bebernya, haru.

Setelah dia pulang, sambungnya, saya cepat-cepat lari dan berpindah ke Kabupaten  Timor Tengah Utara (TTU). Tapi karena di  TTU harganya tidak baik, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Atambua.

“Di Atambua sini harganya sangat baik,“ ungkapnya, sembari mengeringkan cairan bening dari kedua bola matanya. (Felix)

Pencarian Terkait:

  • lokalisasi di atambua
  • Lokalisasi kampung jati atambua
  • lokasi psk di Dili
  • nomor hp erri pelacur sesekoe
  • profil cewek lonte atambua
  • foto psk timor leste
  • nomor seks atambua
  • pembunuhan di sesekoe atambua
  • sesekoe belu ntt

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button