Home / Sport / Kota Kupang: Harga Kedelai Pengaruhi Produksi Tahu-Tempe

Kota Kupang: Harga Kedelai Pengaruhi Produksi Tahu-Tempe

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSCN5779

Moral-politik.com. Para pengusaha dan pengarjin tahu-tempe di Kota Kupang, Nusa Tenggara  Timur (NTT), akhirnya kena imbas juga dari kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam sepekan  terakhir. Naiknya harga kedelai tersebut ikut mempengaruhi produksi.

Maryono, pemilik usaha tahu dan tempe Bulan Purnama,yang ditemui di Kupang, Kamis (29/8)  mengatakan, pihaknya saat ini berproduksi hanya untuk bertahan hidup,sambil menunggu  kebijakan pemerintah menurunkan harga kedelai  .

” Kami tidak bisa berbuat banyak karena harga kedelai saat ini rp 470 ribu per karung ukuran  50 kg dari harga sebelumnya rp 425 per karung,” katanya.

Menurutnya, untuk tetap melayani kebutuhan masyarakat pihaknya terpaksa  menaikan harga dari  rp 68 ribu per papan menjadi rp 75 ribu per papan.

Kata dia, sebelum kenaikan harga kedelai, perusahaannya mampu menghabiskan dua sampai tiga  karung kedelai, namun setelah kenaikan hanya mampu menghabiskan satu karung.

Dia menambahkan, perusahaannya meminta pengertian masyarakat terhadap kenaikan harga jual  tersebu setelah dihitinhg dengan biaya produlsi dan gaji karyawan.

“Ini terpaksa kami lakukan agar bisa tetap eksis dan melayani kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa juga dilakukan pengrajin tahu tempe lain. Muryono,misalnya. Pengrajin yang bemukin di Keluuhan Bakunase, Kecamatan Alak, khusus memproduksi tempe ini tidak mengurangi ukuran  tempe tetapi menaikan harganya.

“Kalau dulu saya jual tempe per potong ukuran 15 cm rp 10 ribu, sejak kenaikan harga kedelai  dinaikan menjadi rp 15 ribu,” katanya.*** (AVI)

Baca Juga :  Tujuh PKL Dipindahkan Sementara?

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button