Home / Sport / Lulusan Sekolah Hanya Pintar berteori, Miskin Aplikasi

Lulusan Sekolah Hanya Pintar berteori, Miskin Aplikasi

Bagikan Halaman ini

Share Button

14

Moral-politik.com. Keilmuan yang dimiliki para siswa lulusan dari berbagai sekolah saat ini masih diragukan kualitasnya, terutama kemampuan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.

Hal ini diungkapkan Kasie PAK pada Pendidikan Menengah Bimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Timur, Agus Nggiku saat tampil sebagai pemateri pada kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen Tingkat SMP se Kabupaten Rote Ndao yang berlangsung di Aula Hotel Tiberias, Batuleli belum lama ini.

Agus  mengatakan, masalah dunia pendidikan sekarang khususnya pendidikan Kristen adalah bahwa hasil pendidikan hanya dapat meluluskan siswa yang pintar secara teori tetapi miskin dalam aplikasi.

“Siswa kita lulus dan pintar secara teori tetapi miskin aplikasi” kata Agus.

Menurut Agus, hal itu menunjukan para siswa yang menyelesaikan pendidikan tidak dapat mengaplikasikan dan mensinergikan pengetahuannya dengan kenyataan real yang ada di masyarakat.

Akibatnya, kata Agus, banyak lulusan dari lembaga pendidikan tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai atau tidak mampu menciptakan pekerjaan sendiri.

Mantan Kasie Pendidikan Agama Kristen Kantor Kemenag Rote Ndao itu mengungkapkan, sistem pendidikan yang mengejar prosentasi kelulusan tanpa memperhatikan proses pembelajaran yang baik mengakibatkan mutu pendidikan tak jelas.

“Kita hanya mengejar kwantitatif ketimbang kwalitatifnya sehingga perlu ada perhatian dan upaya yang serius dari tenaga pendidik pada semua tingkatan pendidikan,” tandasnya.

Guru sebagai insan pendidik sekaligus sebagai pelaku utama dalam dunia pendidikan diharapkannya agar bukan menempatkan peserta didik sebagai obyek tetapi harus menjadi subyek dari proses pembelajaran.

Sebab dalam proses pembelajaran, tambahnya, ini, setiap guru perlu menerapkan strategi dan prinsip-prinsip pembelajaran diantaranya perhatian dan motivasi, keterlibatan langsung, keaktifan, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan serta perbedaan individual.

Baca Juga :  Sambut Sail Komodo, Walikota Siapkan Spanduk 300 Meter

“Kalau guru dapat menerapkan strategi dan prinsip pembelajaran yang baik maka dapat dipastikan mutu pendidikan pun akan meningkat dan berkwalitas,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Mikael Pah saat tampil sebagai pembicara dalam kegiatan itu mengatakan, menjadi professional  dalam tugas kependidikan menuntut masing-masing guru untuk dapat menulis secara baik.

“Dalam urusan kenaikan pangkat demi perbaikan kesejahteraan, setiap guru diwajibkan menulis sebuah karya ilmiah.  Jika tidak dapat menulis secara baik dalam bentuk sebuah karya ilmiah maka guru akan berada dalam pangkat dan golongan yang sama sampai pensiun. Ini tantangan, karena itu guru harus belajar menulis secara baik,” tands Mikhael.

Untuk dapat menulis secara baik, para guru dihimbaunya supaya banyak membaca, bukan hanya berdasarkan buku pegangan yang ada tetapi juga mencari pengetahuan dan wawasan dari bacaan-bacaan yang serumpun dengan bidang pendidikan yang digeluti. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button