Home / Pena_VJB / Mahasiswa Stikes CHMK Buang Bayi Umur 4 Jam

Mahasiswa Stikes CHMK Buang Bayi Umur 4 Jam

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 foto: ilustrasi

 

 

Moral-politik.com. Kasus pembuangan mayat bayi laki-laki di Kota Kupang  yang ditemukan warga di Jalan Bajawa, RT 36/RW 11, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, pada Senin (26/8/2013) akhirnya diketahui pelakunya yakni  V Y (21), mahasiswi semester II Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandiri (STIKes CHMK) Kupang.

Pelaku akhirnya menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian Mapolresta Kupang Kota, Kamis (29/8/2013). Saat menyerahkan diri dia mengaku membuang bayinya saat baru berusia empat jam setelah dilahirkan.

Pengakuan itu disampaikan VY setelah menyerahkan diri ke polisi, Kamis (29/8).

Pada saat VY menyerahkan diri, didampingi keluarganya, dan langsung diinterogasi petugas Bayanmas di ruang Kanit SPKT.

Dari pengakuannya, anak tersebut merupakan hasil hubungan biologis dengan pacarnya, KP (23), yang juga mahasiswa semester IX STIKes CHMK.

Pihak kepolisian Mapolresta Kupang Kota langsung menindaklanjuti dengan menurunkan tim Buru Sergap (Buser) dan berhasil mengamankan KP di kamar kos-nya, di wilayah Kelurahan Kayu Putih.
KP yang merupakan mahasiswa asal Waiwadan, Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur itu pun digiring ke Mapolresta dan langsung diperiksa penyidik. Sementara VY setelah diinterogasi, oleh petugas Bayanmas langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) untuk menjalani visum et repertum. Dari rumah sakit, VY dan KP  menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim, Polres Kupang Kota.

Sesuai informasi, KP saat dinterogasi mengaku memiliki hubungan asmara dengan VY. Hanya hubungan itu sudah putus sejak tiga bulan yang lalu. KP juga menuduh VY sendiri yang menghentikan hubungan percintaan diantara keduanya. Sebelumnya, VY sempat menyampaikan padanya kalau dirinya sedang mengandung.

Mendengar pengakuan VY, KP mengaku sempat menyarankan untuk terbuka kepada orangtua. Namun VY menolak dengan alasan takut kepada ayahnya.

Baca Juga :  Pengguna Narkoba Disiapkan Jarum Disposibel Gratis!

“VY bilang kalau beritahu orangtua, VY punya bapak nanti bunuh kami dua,” sebut KP mengutip alasan VY.

Ditambahkan, selama ini VY tinggal bersama pamannya di Jalan Bajawa yang jaraknya hanya sekitar belasan meter dari lokasi penemuan mayat bayi pada, Senin (26/8).

Kasubag Humas, Iptu Januarius Mau mengatakan, pelaku telah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik PPA Sat Reskrim Polres Kupang Kota. Pelaku dalam keterangannya, mengaku seorang diri melahirkan bayinya, lalu kemudian dimasukan ke dalam kardus mi instan lalu dibuang di TKP. Dan, diduga bayi malang itu telah meninggal dunia sebelum dilahirkan, karena sesuai penuturan pelaku, tidak ada tanda-tanda kehidupan pada bayinya saat dilahirkan.

Janurius menambahkan, atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis, diantaranya, pasal 77 Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan pasal 305 KUHP tentang meninggalkan orang yang perlu ditolong, dimana dalam pasal 305 menyebutkan, barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button