Home / Sport / Yani Yosep Ditahan Kejati NTT

Yani Yosep Ditahan Kejati NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

25

 

 

Moral-politik.com. Mantan Kepala Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kupang, Yani Yosep akhirnya ditahan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT)  akibat terlibat kasus dugaan korupsi dana operasional penyiaran tahun anggaran 2009, 2010 dan 2011 senilai Rp 6 miliar.

Sebelum ditahan, Yani Yosep diperiksa oleh Jaksa Penyidik, Yoni Malaka di ruang kerjanya selama 2 jam. Yani Yosep didampingi kuasa hukumnya Stef Matutina. Yani Yosep digiring menggunakan mobil dinas Kejati NTT untuk diantar ke Rutang Klas IIB Kupang untuk menjalani penahan.

Selain Yani Yosep, tersangka lainnya yakni Thidores Duparlila selaku bendahara pada TVRI Kupang turut ditahan Kejati NTT, karena dinilai terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana operasional penyiaran tahun anggaran 2009, 2010, dan 2011 sebesar Rp 6 miliar.

Stef Matutina selaku kausa hukum dari Yani Yosep kepada Moral-politik.com mengatakan, terkait dengan penahanan terhadap tersangka merupakan kewenangan Jaksa dengan alasan agar tersangka tidak bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti.

Dia berharap agar proses hukum ini dapat cepat berjalan sehingga tersangka bisa mengetahui letak kesalahannya dalam kasus ini. Dia juga meminta agar Jaksa lebih aktif bekerja agar kasus ini secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Selain itu, katanya, berkaitan dengan penahanan tersangka, dirinya akan berkonsultasi dengan pihak keluarga apakah akan mengajukan permohonan penahan atau tidak terhadap tersangka. Permohonan penahanan itu kemungkinan besar akan segera dikirim ke Kejati NTT.

Mantan-Kepala-TVRI-Kupang-Yoseph-Jani (1)

Sebelumnya, mantan Kepala TVRI Kupang Yoseph Jani gagal diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran siaran TVRI Kupang tahun anggaran 2009, 2010, dan 2011 senilai Rp 6 miliar.

Demikian informasi yang dihimpun dari Kejati NTT, Senin (19/8).

Baca Juga :  Bantuan lemari di TTS tanpa buku

Menurut sumber, sesuai surat panggilan pertama yang dilayangkan Kejati NTT, rencananya mantan Kepala TVRI Kupang akan diperiksa sebagai tersangka tapi yang bersangkutan tidak datang.

Walaupun tidak menghadiri pemeriksaan tapi penasehat hukum tersangka, Stef  Matutina menginformasikan bahwa kliennya tidak bisa hadir karena sementara berada di Samlaki, salah satu daerah di Provinsi Maluku.

“Penasehat hukum tersangka, Stef Matutina datang memberitahukan bahwa kliennya masih di Samlaki,” ujar sumber.

Lanjut sumber, karena tidak hadir saat panggilan pertama maka jaksa akan melayangkan surat panggilan kedua terhadap tersangka untuk diperiksa pada, Kamis (22/8).
Stef Matutina yang dihubungi melalui telepon genggamnya tidak menjawab.

Terpisah, Luis Balun, penasehat hukum tersangka Thidores Duparlira yang merupakan bendahara pada TVRI Kupang mengaku kliennya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejati NTT, Senin (19/8) pukul 14.00 Wita. Pemeriksaan terhadap Thidores Duparlira dilakukan oleh jaksa Ina Malo di gedung Kejati NTT.

Menurut Luis Balun, kliennya hanya ditanyakan soal bukti berupa kuitansi-kuitansi saja.
Dijelaskan Luis Balun, pemeriksaan berlangsung hingga pukul 19.00 WITA dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (20/8) dimana tersangka belum ditahan.

Untuk diketahui kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran siaran TVRI Kupang mulai dilakukan penyelidikan sejak 14 Februari 2012 oleh tim jaksa Kejati NTT. Dimana sudah puluhan staf TVRI Kupang yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Setelah hampir setahun lebih melakukan penyelidikan akhirnya kasus di tingkatkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan dua orang tersangka yakni mantan Kepala TVRI Kupang Yoseph Jani dan bendahara Thidores Duparlira. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button