Home / Sport / Maraknya Masalah TKI, Rumah Perempuan Gelar Diskusi

Maraknya Masalah TKI, Rumah Perempuan Gelar Diskusi

Bagikan Halaman ini

Share Button

Libby

 

 

Moral-politik.com. Untuk menekan angka masalah perekrutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Wilayah Kabupaten Kupang, Rumah Perempuan Kota Kupang menggelar diskusi dengan berbagai pihak terkait,  yakni para Perusahaan Pengarah  Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PP3TKIS) yang melakukan perekrutan terhadap TKI di wilayah Kabupaten Kupang, untuk bekerja di luar negeri.

Rumah Perempuan Kupang melakukan diskusi dengan melibatkan Dinas  Nakertrans Kabupaten Kupang, BP3TKI, akademisi Undana dan para gugus tugas dari 10 desa di Kabupaten Kupang, yang merupakan desa binaan Rumah Perempuan Kupang.

Libby Sinlaeloe, Senin (19/8) kepada Moral-politik.com mengatakan, salah satu cara Rumah Perempuan Kota Kupang untuk menekan angka masalah TKI di Kabupaten Kupang yaitu melakukan diskusi dengan berbagai pihak seperti Dinas Nakertrasn Kabupaten Kupang, PP3TKIS, dan ranting-ranting yang ada di 10 Desa di Kabupaten Kupang.

Libby mengatakan, diskusi  ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi format pendataan tenaga kerja di tingkat desa, yang harus dilakukan oleh para gugus tugas dari 10 Desa di Kabupaten Kupang, dimana saat seseorang direkrut oleh PPTKIS  untuk bekerja di luar Negeri.

Dia menjelaskan, diskusi ini perlu dilakukan karena selama ini banyak terjadi masalah manipulasi data bagi tenaga kerja. Banyak kasus tenaga kerja yang direkrut dari suatu desa, namun karena perekrutan nya tidak prosedural maka status kependudukan tenaga kerja dirubah dari tempat lain.

Begitu yang bersangkutan, katanya,  mengalami masalah di luar negeri maka akan sulit mengetahui identitas tenaga kerja tersebut, karena seluruh dokumen sudah dirubah pada saat direkrut.

“Selain itu juga penyamaan format ini sebagai data base bagi pihak pemerintah serta pihak terkait soal status kependudukan tenaga kerja yang direkrut oleh PPTKIS, sehingga proses pengawasan  sesuai data di tingkat bawah hingga atas bisa sama,” katanya.

Baca Juga :  Bagaimana Mengetahui Lingkungan Kerja Sehat?

Menurut Libby, sinkronisasi format data ini telah dibagi dalam bentuk kolom yang mencatum nama lengkap, nomor KTP, alamat desa, dan juga paspor, serta alamat RT dan RW, pendidikan, dan nama perekrut serta alamat PPTKIS yang merekrut tenaga kerja .

“Intinya format ini semuanya sama dengan format yang ada pada Nakertrans  maupun BP3TKI, yang kolomnya telah mencatumkan  semua idetitas tenaga kerja tersebut hingga status pekerjaan, yang akan diperkerjakan oleh peruasahan yang merekrutnya,” kata Libby. (richo)

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button