Home / Sport / Masyarakat Adat TIROSA Minta Hak di Laut Timor dan Blok Masela

Masyarakat Adat TIROSA Minta Hak di Laut Timor dan Blok Masela

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

Moral-politik.com. Pemerhati Masalah Laut Timor,  minta perusahaan minyak yang menggarap minyak dan gas di Laut Timor memperhatikan hak masyarakat adat, seperti diamanatkan dalam deklarasi PBB 13 September 2007. Ferdi Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) mengatakan, masyarakat adat Timor, Rote, Sabu dan Alor mempunyai hak atas kekayaan alam yang terkandung di Laut Timor dan Blok Masela.

“Sesuai amanat Deklarasi PBB tersebut, hak hak masyarakat adat sedunia telah diakui eksistensinya sehingga sangatlah wajar dan patut bila semua perusahaan minyak yang beroperasi di Laut Timor maupun Blok Masela, harus memberikan saham minimal 10 persen kepada masyarakat adat sebagai pemangku kepentingan,” kata  Ferdi Tanoni.

Ferdi Tanoni menyampaikan ini terkait rencana perusahaan minyak Royal-Shell Belanda dan Inpex yang berbasis di Jepang hendak melakukan investasi sebesar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 200 triliun untuk mengembangkan blok kaya gas Masela yang terletak di Laut Timor antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Maluku.

Menurut Tanoni,  Blok Masela bukan terletak di Laut Arafura selatan sebagaimana yang diperdebatkan selama ini, tetapi terletak di Laut Timor antara Provinsi NTT dan Maluku.  Sehingga masyarakat adat Timor, Rote, Sabu dan Alor berhak atas kekayaan gas di Blok Masela.

Penulis buku “Skadal Laut Timor, Sebuah Barter Politik Ekonomi Canberra-Jakarta” ini menuding  Pemerintah Provinsi NTT dan Maluku diam-diam telah dibagikan saham masing-masing lima persen dalam Blok Masela.
“Saya pernah usulkan secara terbuka pembagian saham dimaksud, tetapi Pemerintah Provinsi NTT dan Maluku secara diam-diam mendapatkan saham tersebut dari pihak perusahaan minyak,” ungkap Tanoni.

Tanoni bahkan menuding pemerntah NTT telah memberikan saham tersebut kepada Bakrie Grup.
“Pemerintah bisa saja melakukan penawaran terbuka kepada semua kelompok pengusaha guna mencari dan mendapatkan posisi tawar yang terbaik bagi daerah dan masyarakat NTT,” sesal dia.

Baca Juga :  Kapolda NTT Minta Polisi Selalu Bekerja Sama dengan Masyarakat

Tanoni mengatakan dia  akan segera menyurati Royal Shell Belanda dan Inpex Jepang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat adat untuk bisa menguasai 10 persen saham dalam investasi di Blok Masela tersebut.

“Kami juga akan melakukan hal serupa dengan menyurati semua perusahaan minyak yang telah beroperasi di Laut Timor untuk memberikan hal yang sama kepada masyarakat adat Timor, Rote, Sabu dan Alor guna menguasai 10 persen saham atas kekayaan minyak dan gas di Laut Timor,” tandas dia. (Sil Sega, Sumber Progresivenew.com )

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button