Home / Pena_VJB / Masyarakat TTU Kesal, Pemkab Tak Gandeng Dukung Sail Komodo

Masyarakat TTU Kesal, Pemkab Tak Gandeng Dukung Sail Komodo

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

Moral-politik.com. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) benar-benar kewalahan menyambut  rombongan Sail Komodo 2013 di titik destinasi Wini, Kecamatan Insana Utara. Bahkan dinilai, kurang melibatkan masyarakat dalam mendukung kegiatan tersebut.

Tokoh masyarakat Temkuna, Simaon Lopez, Senin (5/8) kemarin  menyatakan, Pemkab TTU sama sekali tidak menggandeng masyarakat dalam menyukseskan kegiatan Sail Komodo. Pasalnya, selama ini pemkab tidak melakukan sosialisasi terkait event internasional itu. Masyarakat mengetahui perhelatan tersebut hanya melalui mulut ke mulut.

Lopez sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seolah-olah menganggap masyarakat lokal tidak piawai dalam menyambut tamu. Padahal, dalam kebudayaan orang Timor telah tertanam nilai-nilai penghargaan bagi tamu yang datang. Masyarakat pun dapat memperlihatkan beragam budaya dan adat istiadat yang ada kepada para turis asing.

“Kami tahu tentang Sail Komodo ini dari mulut ke mulut, tidak ada sosialisasi dari pemerintah. Banyak masyarakat yang tidak tahu. Kalau saja ada sosialisasi pastinya masyarakat bisa mempersiapkan aneka kerajinan lokal untuk dipajang dan dijual. Tentunya bisa sedikit memberi pemasukan bagi masyarakat. Sayangnya itu tidak terjadi. Perhelatan ini sama sekali tidak membawa dampak ekonomi bagi masyarakat!” kata Simaon.

Ia melanjutkan, event Sail Komodo sebenarnya merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan dan menjual produk asli TTU. Namun sayangnya pemerintah tidak berpikir jauh, dan membiarkan masyarakat hanya menonton kedatangan para turis mancanegara.

Hal serupa juga diungkapkan salah satu tokoh muda dari Naibenu, Yan Meko. Menurut Meko, panitia cukup kelabakan menyambut para peserta Sail Komodo karena manajemen yang tidak jelas. Masyarakat pun bingung dengan ketidakjelasan tersebut, sehingga tidak menangkap peluang keuntungan ekonomi yang seharusnya diperoleh mereka.

Event ini, kata Meko, sama sekali tidak membawa dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal di sekitar titik destinasi. Pasalnya, pemerintah tidak mempersiapkan masyarakat untuk menyambut para turis asing dengan memperkenalkan dan menjual produk asli daerah.

Baca Juga :  Mari Pangestu: Investasi Sektor Riil & Infrastruktur NTT Terendah

Asal tahu saja, hingga kondisi Selasa (6/8) pukul 18.00, baru 9 kapal yang tiba di Dermaga Wini. Dalam event tersebut, Pemkab TTU menyiapkan 4 paket perjalan wisata budaya yakni, Rumah Adat Tamkesi, Sonaf Oelolok, Sonaf Maslete, dan Kote. (amy)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button