Home / Pena_VJB / Nekat Tanam, 200 Hektar Sawah di Oesao Gagal Panen

Nekat Tanam, 200 Hektar Sawah di Oesao Gagal Panen

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

Moral-politik.com. Sebanyak 200 Hektar  sawah petani di wilayah Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur  terancam gagal panen setelah mengalami kekurangan Air. Kegagalan disebabkan masyarakat petani nekat melakukan penanaman ulang yang kedua kalinya dengan anggapan  masih adanya hujan lanjutan, padahal biasanya memasuki bulan Juli sudah tidak ada lagi air untuk mengairi sawah.

“Kami  terkecoh dengan perubahan curah hujan. Kami masih melakukan penanaman karena berharap masih ada turun hujan. Namun karena tidak hujan, sawah kami terancam gagal panen karena tidak ada lagi air untuk mengairi sawah kami,”  kata Semi Mahuri, salah satu warga yang lahannya juga terancam gagal panen, di lokasi persawahannya yang kering sekitar 60 area, Sabtu (24/8).

Menurut Semi, biasanya usai melakukan panen pertama, para petani di Oesao tidak lagi melakukan penanaman padi. Namun karena curah hujan saat itu masih tinggi dan kondisi air terlihat memungkinkan untuk dilakukan penanaman sawah kedua kali mereka pun nekat. Memasuki  akhir bulan Juli 2013, stok air  menurun drastis dan tidak mampu lagi mengalir untuk mengairi sawah, sehingga banyak tanaman mereka mati.

“Kami mulai melakukan penanaman dari awal bulan Juli dengan berharap kondisi hujan masih panjang dan kondisi  air pada bendungan masih memungkinkan untuk bisa  mengairi area persawahan . Namun ternyata kami keliru sehingga sawah kami mengalami kekeringan, karena tidak  bisa mendapat air yang cukup,” ujarnya.

Semi mengaku, kekeringan yang terjadi ini bukan hanya di sekitar persawahan Oesao saja tetapi area persawan wilayah Tetkolo, Desa Pukdale yang lokasi sawah merupakan tempat genangan air dan berada dekat bendungan, juga mengalami kekeringan, sehingga kondisi padi tidak berkembang karena tanah sawah sudah terpecah-pecah akibat kekurangan air.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Ilmuwan Soal Melihat Cahaya Terang Jelang Wafat

Semy mengaku, dengan kondisi seperti ini dirinya mengaku sudah pasrah.

“Kami mengalami kerugian yang cukup besar tapi apa mau dikata, semua sudah terjadi,” kata Semi.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button