Home / Populer / Paul SinlaeloE Minta Gubernur NTT Buktikan Kebakaran Karena Sabotase

Paul SinlaeloE Minta Gubernur NTT Buktikan Kebakaran Karena Sabotase

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSCN5597

 

 

 

Moral-politik.com. Paul SinlaeloE, aktifis di PIAR Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (12/8)  mengatakan, jika Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan bahwa terbakarnya Kantor Gubernur NTT pada Jumat (9/8) lalu itu adalah disabotase, dirinya meminta agar Gubernur NTT membuktikan ucapannya itu.

“Jika Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan bahwa kebakaran itu disabotase maka dirinya harus membuktikannya, dan siapa yang melakukannya. Jangan karena peristiwa itu sudah terjadi dua kali semasa kepemimpinannya lalu berkata seperti itu. Buktikanlah, jangan hanya asal mengeluarkan pernyataan!” kata Paul.

Jika Gubernur mengatakan, lanjut Paul, kebakaran itu disabotase, siapa yang melakukannya? Bukan dengan seenaknya mengeluarkan pernyataan bahwa itu disabotase. Kebakaran itu kan memerlukan bukti melalui Labfor oleh pihak kepolisian. Dari Labfor itulah dapat dipastikan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh apa.

Dijelaskan Paul, ini merupakan tugas Frans Lebu Raya jika memang kebakaran itu disabotase oleh orang. Ini memerlukan bukti yang kuat untuk membuktikannya. Terkait dengan pernyataan arus pendek, lanjut dia, Paul justru tidak menerima alasan tersebut karena dianggap tidak masuk akal. Karena setiap tahun terdapat dana pemeliharaan untuk alat-alat kantor.

Untuk pihak kepolisian, kata Paul, harus benar-benar serius dalam menangani kasus kebakaran tersebut. Karena sudah lima tahun terakhir 4 gedung milik Pemerintah NTT hangus terbakar. Keempat gedung itu diantaranya Kantor PU NTT, Rumah Sakit Umum, Kantor Gubernur NTT yang lama, dan sekarang Kantor Gubernur NTT baru yang megalami kebakaran.

Terbakarnya 4 gedung tersebut, lanjut Paul, dengan alasan yang sama yakni arus pendek. Dimanakah dana pemeliharaan untuk kantor? Padahal setiap tahun dana tersebut telah disediakan. Namun kebakaran itu terus terjadi. Apakah dana tersebut digunakan oleh pemerintah atau dana tersebut dikemanakan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Rudiantara Bentuk Tim Penanganan Situs Negatif

Sebelumnya,  Gubernur Frans Lebu Raya menduga, peristiwa yang terjadi pada Jumat (9/8) pagi  itu mengandung sabotase.

Sebanyak 8 ruangan di gedung kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, di Jalan El Tari, Kupang, hangus dilalap api. Sang gubernur, Frans Lebu Raya menduga, peristiwa yang terjadi pada Jumat (9/8) pagi tadi itu mengandung sabotase.

Kebakaran yang melingkupi ruangan kerja Frans Lebu dan 7 ruangan lain tersebut dianggapnya tidak masuk akal. Sebab, kejadiannya terjadi ketika Frans Lebu Raya dan wakilnya baru saja berangkat ke Adonara dengan menumpang Kapal Feri Ile Boleng untuk melakukan syukuran atas kemenangannya di Pilkada beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran kantor yang tutup karena libur lebaran itu berasal dari ruang biro hukum yang terletak di lantai 3. Menurut polisi, penyebab sementara kebakaran berasal dari arus pendek listrik.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button