Home / Pena_VJB / Paul SinlaeloE: Terbakar, Bisnis Pengadaan, Atau Proyek Bangun Baru?

Paul SinlaeloE: Terbakar, Bisnis Pengadaan, Atau Proyek Bangun Baru?

Bagikan Halaman ini

Share Button

Paul SinlaeloE

 

 

Moral-politik.com. Kasus terbakarnya Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, Jumat (9/8) lalu tak henti-hentinya diperguncingkan banyak kalangan, sebab semua masyarakat NTT merasa bahwa kantor itu dibangun menggunakan uang negara yang berasal dari pajak yang selalu mereka bayarkan kendati mati enggan hidup tak mau.

Aktivis PIAR NTT yang bernama Paul SinlaeloE kembali unjuk keprihatinan dengan berpendapat.

Kepada Moral-politik.com,  Jumat (16/8) Paul bertutur bahwa  kasus terbakarnya Kantor Gubernur  NTT patut dipertanyakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, dan NTT pada khususnya soal apakah  terbakarnya murni karena arus pendek, atau kah sengaja dibakar untuk bisnis pengadaan dan proyek pembangunan kantor baru.

Menurutnya, jika ini merupakan bisnis pengadaan atau proyek pengadaan, kemungkinan besar menjadi permainan politik balas jasa. Peristiwa terbakarnya Kantor Gubernur NTT menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat NTT. Jika ini bukan proyek atau politik balas jasa, maka Gubernur NTT harus terbuka: Ada apa dibalik semuanya itu?

“Jika itu memang peristiwa butuh pembuktian, tapi kalau itu sengaja dilakukan apa maksud dibalik semuanya itu?“ katanya.

Selain itu, kata dia, apakah ini merupakan salah satu cara untuk menghambat proses hukum kasus korupsi yang telah dilidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena salah satu ruangan yang turut terbakar dalam peristiwa itu tersimpan seluruh arsip atau dokumen tentang NTT?

Dikatakannya, terlepas dari terbakar atau dibakar, setiap orang memiliki asumsi yang berbeda-beda.

Jika itu memang peristiwa murni maka itu menunjukan bahwa alam tidak menyetujui Frans Lebu Raya menjadi Gubernur NTT. (richo)

Baca Juga :  Esok Rakernas PDIP, Roy Marten Ajak “People Power” Damai Demi Jokowi Nyapres

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button