Home / Populer / Pdt.Dr.Mery Kolimon: Ajaran Agama bukan untuk diperdebatkan

Pdt.Dr.Mery Kolimon: Ajaran Agama bukan untuk diperdebatkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Pdt. Dr.Mery Kolimon

 

 

Moral-politik.com. Ajaran agama bukan untuk diperdebatkan tetapi membuka ruang kepada seluruh pihak untuk berinterpretasi agar menemukan kebenaran di balik ajaran itu.
Hal ini dikemukakan Pdt. Dr.Mery Kolimon saat tampil sebagai pembicara dalam seminar sehari yang digelar mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, di Gereja GMIT Efata, Lekioen, Ba’a, belum lama ini.

Pdt.Kolimon dalam materinya yang berjudul, “Dapatkah Doktrin Kristiani Diperdebatkan?” mengatakan, doktrin bukan untuk diperdebatkan tetapi doktrin memberi ruang interpretasi.

Menurut Dosen pada UKAW Kupang itu, tradisi protestan/gereja reformasi akan mengatakan bahwa kata kuncinya bukan debat melainkan tafsiran/hermeneutika. Sebab menurutnya, semangat debat lebih kepada mencari siapa yang benar dan salah, kalah dan menang, sementara interpretasi lebih kepada bagaimana memaknai ajaran/doktrin gereja sebagai pengakuan di hadapan Allah dan kesaksian bagi sesama.

Dijelaskannya, doktrin dibuat dalam zaman yang berbeda dari zaman di mana kita hidup. Pola pikir dan tantangan yang dihadapi oleh umat kristen pada masa itu berbeda dengan masa sekarang. Sehingga doktrin-doktrin tersebut penting untuk ditafsirkan kembali agar menjadi relevan dengan tantangan masa kini.

Sementara dalam konteks pluralism di Indonesia membuat gereja-gereja di Indonesia, lanjutnya, tidak dapat menghindarkan diri dari perjumpaan dengan sesama anak bangsa yang berbeda kepercayaan dan agamanya.

Dalam perjumpaan itu, kata Pdt.Kolimon, gereja perlu secara jelas dan lugas menjelaskan apa yang merupakan inti imannya. Berhadapan dengan serangan terhadap inti iman  kristenperlu  menghadapinya dengan santun dan dewasa.

Dikatakannya, pola apologetis sudah bukan lagi menjadi pendekatan yang tepat dalam masyarakat yang pluralis. Sebab menurutnya, pola itu dapat membawa pada sikap saling menyerang dan menghancurkan. Sebaliknya pola dialogis yang membuka diri untuk memberi dan menerima kesaksian patut dikedepankan.

Baca Juga :  Ditahan KPK, Jero Wacik Minta Bantuan Jokowi, JK, dan SBY

Untuk dapat masuk ke dalam dialog dengan agama-agama lain sebutnya, seluruh pihak harus sungguh-sungguh mendalami ajaran agama.

“Agar ketika kita masuk ke dalam dialog kesaksian kita menjadi jelas, pada saat yang sama kita perlu masuk ke dalam dialog dengan semangat belajar atau mendengarkan kesaksian saudara-saudara kita yang beragama/berkepercayaan lain. Jika kita percaya bahwa Allah lebih besar dari agama kita, dan bahwa ajaran agama kita memiliki kebenaran namun kebenaran itu tidak sempurna karena yang hendak dijelaskan adalah Allah yang Maha Tak Terbatas, maka kita perlu bersikap rendah hati untuk belajar dari pengalaman beriman saudara-saudara kita dari komunitas agama yang lain,” terangnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button