Home / Sport / Pelaksanaan Sail Komodo Tanpa Kajian Komprehensif?

Pelaksanaan Sail Komodo Tanpa Kajian Komprehensif?

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

Moral-politik.com. Pelaksanaan Sail Komodo oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melibatkan semua pemerintah kabupaten yang berpusat di Kabupaten Manggarai Barat, dinilai tanpa sebuah kajian komperhensif  untuk melihat seberapa daya dukung lingkungan, fasilitas dan kenyamanan sosial.

Direktur Walhi NTT, Hery Naif, Jumat (2/8) mengungkapkan hal itu.

Menurut dia, Kabupaten Manggarai Barat yang sedang dibanggakan menjadi pusat “Sail Komodo” hingga hari ini belum selesaikan permasalahan pertambangan yang berada dalam kawasan penyangga pariwisata. Wilayah Batu Gosok yang sedang masuk dalam wilayah pertambangan juga adalah wilayah penyangga pariwisata yang sampai saat ini  masih dalam proses hukum.

Tapi ironis, kata Hery, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemeritah Kabupaten tidak memberikan sebuah solusi bagaimana menyikapi permasalahan tersebut, tetapi kemudian melakukan kegiatan kepariwisataan pada wilayah yang sama.

Lebih jauh Hery menjelaskan, pengembangan pariwisata tentunya membutuhkan kapasitas air yang banyak. Pasokan pangan yang cukup. Lahan yang luas agar bisa mendukung efektifitas pariwisata itu sendiri. Dan berbagai hal lain yang mendukung eksistensi pariwisata. Sebaliknya, apabila tidak dikendalikan dan dikuasai, industri pariwisata akan dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan dan sosial.

Dia mencontohkan, dalam pariwisata Pulau Dewata ada suatu nilai yang kuat di sana bahwa budaya Bali tetap dipertahankan sekali pun budaya dan kearifan itu dimobilisasi untuk sekedar mendukung pariwisata yang ada.

Sementara  konteks NTT, pihaknya sangat mengkuatirkan bahwa hadirnya pariwisata akan perlahan mengikis habis budaya dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat NTT.

Karena itu, kata dia, hendakya diawali dengan pembangkitan kesadaran akan pentingnya mempertahankan nilai dan budaya lokal yang dimiliki warga NTT, agar dengan masuknya nilai-nilai dan budaya luar yang dibawa wisatawan tidak mengikis pergi budaya dan nilai yang dimiliki di NTT.  (amy)

Baca Juga :  Pendataan Pemilih di Kota Kupang Gunakan Sistim Online

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button