Home / Sport / Pemerintah Cina Larang Impor Susu dari Selandia Baru

Pemerintah Cina Larang Impor Susu dari Selandia Baru

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

Moral-politik.com. Pemerintah Cina telah melarang semua impor susu bubuk dari Selandia Baru. Ini menyusul  ditemukan  beberapa produk mengandung strain bakteri yang dapat menyebabkan botulisme, oleh eksportir utamanya, Fonterra.

Botulisme adalah salah satu bentuk paling berbahaya akibat keracunan makanan, dan seringkali menyebabkan kelumpuhan. Bakteri ini ditemukan dalam air dadih untuk bayi dalam susu formula Nutricia Karicare.

Pengumuman Fonterra tentang susu terkontaminasi ini langsung disusul dengan penarikan global hingga 1,000 ton produk susu di tujuh negara, termasuk Cina.

Produk yang berpotensi tercemar bakteri itu termasuk susu formula, minuman olahraga, minuman protein dan minuman lainnya.

Cina mengandalkan Selandia Baru untuk hampir semua impor susu bubuk sejak terjadinya skandal susu formula tercemar pada 2008 yang menewaskan enam bayi dan mengakibatkan sekitar 300.000 bayi sakit. Hampir 80% dari produk susu yang diimpor Cina berasal dari Selandia Baru

Menteri Perdagangan Selandia Baru Tim Groser menggambarkan keputusan Beijing sebagai “sepenuhnya tepat”.

Pihak berwenang Cina menyebut empat perusahaan importir dalam negeri yang mengimpor produk terkontaminasi ini telah mulai menarik produk-produk tercemar itu.

Produk susu tercemar itu diproduksi pada Mei 2012, dengan menggunakan pipa kotor di salah satu pabrik pengolahan Fonterra di Waikato. Perusahaan menyatakan bertanggungjawab atas peristiwa ini.

Negara-negara lain yang terkena dampak selain Selandia Baru dan Cina adalah Australia, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Arab Saudi. Rusia juga dilaporkan telah memulai penarikan kembali produk Fonterra.

Industri susu adalah salah satu kekuatan ekonomi Selandia Baru dengan ekspor mencapai hingga 95%.

Belum diketahui, apakah produk susu tersebut juga beredar di Indonesia. (Sil Sega, Sumber KBR68H)

Baca Juga :  Siarkan Hal Tabu, KPI Tegur SCTV

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button